Politikus Partai Demokrat, Soeyoto, mengomentari perihal prediksi proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bisa mangkrak karena belum ada investor yang serius.
Institute for Development of Economics and Finance atau Indef menilai IKN berpotensi mangkrak karena belum ada investor yang serius menanamkan modalnya.
Economics and Public Policy Researcher Indef Nailul Huda menilai akan banyak Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN yang digelontorkan pemerintah karena banyaknya investor asing yang mundur dari proyek IKN.
“Kami rasa ke depan akan banyak proyek nasional yang mangkrak pembangunannya, termasuk IKN. Tidak hadirnya investor dan keterbatasan APBN akan membuat IKN mangkrak dan terbengkalai,” terangnya kepada Bisnis, Senin (10/7/2023).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp6 triliun untuk gedung dan bangunan dalam pos Belanja Modal. Dana jumbo itu salah satunya untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak memerinci besaran anggaran yang dikucurkan untuk IKN, namun anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Gedung kantor kawasan IKN oleh Kementerian PUPR.
“Gedung dan bangunan Rp6 triliun ini terutama untuk IKN yang dibangun oleh PUPR,” papar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Senin (10/7/2023).
Menanggapi hal tersebut, Soeyoto curiga pembangunan IKN secara besar-besaran hingga sejauh ini sumber dananya berasal dari APBN.
Padahal, Presiden Joko Widodo sendiri berjanji untuk mengalokasikan APBN untuk proyek pemindahan ibu kota negara itu hanya sebesar 20%.
Baca Juga: Jokowi Sebut Banyak Investor Kepincut Bandara Kertajati
“Jadi yang bangun besar-besaran sampai sejauh ini dananya dari APBN? Padahal janji Presiden Jokowi dana APBN untuk IKN hanya 20%,” ujar Soeyoto, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @soeyoto1 pada Selasa (11/7/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Dana Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Pengelola MBG, Rawan Praktik Korupsi
-
Keinginan Instan di Era Serba Cepat: Mengapa Paylater Begitu Menggoda?
-
Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Lucky Box G-Shock Rp999 Ribu, Bisa Dapat Jam Tangan Seharga Rp3 Juta?
-
Promo Alfamart 22 Mei 2026, Diskon Belanja Hemat untuk Sarapan dan Camilan Favorit
-
Mitsubishi Destinator Siap Menjelajah Jalanan Kota, SUV Turbo Premium Dibanderol Rp 420 Jutaan
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun