Tertangkapnya Jessica Wongso atas kematian Mirna Salihin pada 2016 silam kini kembali jadi perbincangan. Sebagai penyidik yang menangani kasus tersebut, Krishna Murti pun akhirnya mendadak disorot.
Bahkan, Otto Hasibuan yang merupakan pengacara Jessica Wongso sempat menuding pria tersebut tidak becus. Hal itu karena Krishna Murti dianggap tidak melakukan proses autopsi dengan benar terhadap mendiang Mirna Salihin.
Pasalnya, Mirna Salihin disebut-sebut hanya melewati proses pengambilan sampel di lambung dan tidak melalui proses autopsi secara keseluruhan. Terkait itu, Krishna Murti belum lama ini akhirnya angkat bicara.
Ia menyebut bahwa Otto Hasibuan memang berhak melakukan pembelaan terhadap kliennya, Jessica Wongso. Namun, hal itu bukan berarti bahwa pengacara itu bisa bebas bersikap seenaknya tanpa bukti.
"Upaya apapun yang dilakukan pengacara dalam sistem peradilan pidana itu adalah hak yg sah, tidak berarti pengacara bisa secara bebas mendelegitimasi kinerja para penegak hukum dari penyidik, JPU, hakim, hakim agung yang mengatakan tidak ada otopsi,” ungkapnya dalam akun Instagram.
“Pengacara adalah orang hebat, orang pintar, namun kalau arena sistem peradilan pidana anda belum mampu sepenuhnya bisa menang sesuai harapan, jangan gunakan arena lain yg tujuannya untuk menjaga kredibilitas anda sbg pengacara,” bebernya.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini juga menyentil sikap Otto yang dinilai tidak etis. Sebab, pengakuan pengacara tersebut sudah jelas-jelas bertentangan dengan hasil yang sudah ada pada persidangan.
“Penyidik, JPU, hakim termasuk pengacara yg berperkara adalah tidak etis mengomentari hasil putusan peradilan. Makanya kami diam. tapi omongan anda di berbagai media banyak mengandung kebohongan yg menghasut pikiran publik,” imbuhnya.
Sayangnya, postingan berisi klarifikasi itu kini sudah dihapus. Hal ini membuat publik bertanya-tanya dan membuat pria tersebut semakin dicurigai.
Baca Juga: Terungkap Kondisi Terbaru Jessica Wongso di Penjara, Ternyata Lakukan Kegiatan Mulia Ini
Berita Terkait
-
Ungkap Penyebab Kematian Mirna Bukan Sianida, Dr Djaja Ngaku Dulu Banyak Haters
-
Terdakwa Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso Ulang Tahun Hari Ini, Tak Takut Lawan Ketidakadilan Memang Sikap Libra?
-
Jessica Wongso Ulang Tahun ke-35, Ibunda Datang ke Rutan Bawa Kejutan Bareng Pengacara
-
Viral Surat Jessica Wongso dari Penjara di Hari Ultah: Aku Sekarang Berhenti Ngopi
-
Sebut Netflix Penipu, Ayah Mirna Salihin Blak-blakan Tak Dibayar Saat Buat Film Dokumenter Ice Cold
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati