Suara.com - Mengenal kemampuan dan potensi diri kian menjadi hal paling penting agar perempuan memiliki rasa percaya diri yang besar.
"Kita harus terus mengenali dan menggali potensi diri. Apa sih kekurangan kita, apa juga kelebihannya. Saya rasa, dengan menggunakan analisa, kita akan lebih mudah menggali potensi diri kita," ujar Psikolog Ajeng Raviando dalam jumpa pers 'Sophie Paris Gelar Ajang Pemilihan Miss Sophie International', di Jakarta, Senin (17/11/2014).
Dengan mengenal potensi dan kelebihan diri, akan memudahkan perempuan mewujudkan mimpinya.
"Selama ini, banyak perempuan yang dalam komunikasinya susah mau bicara apa, saat di tempat lain cederung tertutup, atau malu-malu, itu karena mereka belum tau potensi mereka di mana, akibatnya jadi tidak percaya diri," katanya.
Selain itu, penampilan fisik juga berperan besar dalam membangun kepercayaan diri perempuan. Menurut penelitian, kata Ajeng, 70 persen orang menilai seseorang dari penampilan luarnya. Setelah lima menit bicara, barulah terlihat 'isi dan konten' nya seperti apa.
"Penampilan itu bagian dari komunikasi visual. Kesan pertama orang menilai kita, itu dari penampilannya dulu. Maka itu, kita harus memberikan penampilan luar yang baik, yang sesuai dengan karakter dan kepribadian kita, dan yang paling penting nyaman. Agar kita bisa lebih percaya diri," ungkapnya.
Orang yang memiliki rasa percaya diri yang besar, akan tercermin dari bahasa tubuhnya.
"Jika rasa percaya dirinya tinggi, bahasa tubuhnya lebih terbuka, diri dengan mantap, menatap orang dengan baik," jelas dia.
Sebaliknya, mereka yang kurang percaya diri, cenderung memiliki bahasa tubuh yang tertutup. Mereka akan kesulitan megekspresikan dirinya baik dengan gerakan maupun kata-kata.
"Tampilan keseluruhanlah yang akan dilihat orang. Penampilan fisiknya itu seperti apa sih," tutup Ajeng.
Berita Terkait
-
PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Dorong Inovasi Usaha Ultra Mikro
-
Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Bagaimana Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya?
-
Perempuan Era Digital: Merdeka Memilih atau Masih Terbebani Standar Medsos?
-
Label Beauty with Brain untuk Perempuan: Pujian atau Warisan Stereotip?
-
Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT