Suara.com - Saat ini masyarakat tengah hangat memperbincangkan tentang buku berjudul "Saatnya Aku Belajar Pacaran", yang dianggap kontroversial lantaran dinilai begitu gamblang mengupas seputar bagaimana caranya bercinta untuk remaja.
Padahal selama ini, baik orangtua dan pendidik selalu mengingatkan remaja untuk tidak melakukan hubungan seks, karena akan terpapar dengan risiko penyakit. Menanggapi hal tersebut, Ari Fahrial Syam, MD.PhD, FACP dari FKUI-RSCM mengatakan bahwa melakukan hubungan intim saat usia remaja memang mengundang banyak risiko bagi kesehatan.
Tak hanya itu, lanjut dia, sekali seseorang jatuh dalam kehidupan seks bebas terutama bila dilakukan sejak remaja membuatnya sulit untuk melepaskan diri dari kehidupan tersebut.
"Seorang remaja baik putri maupun putra yang pernah melakukan hubungan seksual akan mengulangi perbuatan tersebut pada pasangannya atau pasangan barunya,' jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Minggu (8/2/2015).
Penelitian yang dilakukan di South African University yang dipublikasi pada Journal of evidence based Social worker pada 2014, melaporkan bahwa 46,3 persen responden pernah melakukan hubungan seksual dalam tiga bulan terakhir.
Yang menarik, kata Ari, dari para mahasiswa dan mahasiswi yang melakukan hubungan seksual ternyata 55,91 persen melakukan seks dengan berganti-ganti pasangan dalam tiga bulan terakhir.
Masih dari penelitian tersebut pada kelompok yang berganti-ganti pasangan ternyata telah melakukan seksual pada usia yang lebih muda dan cenderung untuk melakukan seksual tanpa menggunakan kondom.
"Budaya kita memang beda dengan budaya Afrika Selatan, tetapi kalau seseorang sudah jatuh dalam kehidupan seks bebas kondisi gonta-ganti pasangan ini bisa saja terjadi," jelasnya.
Yang menjadi masalah adalah jika seorang remaja tersebut sudah mempunyai penyakit infeksi menular, maka dia akan menularkan penyakit tersebut pada pasangannya. Masalahnya, menurut Ari, remaja tidak bisa mengetahui apakah pasangan tersebut mengidap penyakit infeksi menular atau tidak.
Padahal kehidupan seks bebas berisiko menimbulkan berbagai penyakit terutama, kata Ari, Human Immunodeficiency Virus (HIV). Laporan Joint of United Nations programme 2013 menyatakan bahwa angka orang dengan HIV di Indonesian meningkat hampir 50 persen dari 2008 ke 2013. "Yang menarik bahwa sebagian besar penularan HIV di Indonesia melalui hubungan seksual," imbuh Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI Jaya) ini.
Pengalaman klinis Ari sebagai dokter spesialis penyakit dalam mendapatkan bahwa beberapa pasiennya yang menderita HIV/AIDS di usia remaja ternyata mempunyai riwayat pernah berhubungan seksual. Tak hanya HIV/AIDS yang bisa ditularkan, gonta-ganti pasangan di usia remaja juga berisiko terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) atau sexually transmitted disease (STD).
Untak perempuan yang gonta-ganti pasangan selain penyakit STD juga berisiko terkena kanker mulut rahim. Sedangkan untuk laki-laki akan meningkatkan risiko kanker prostat di kemudian hari. "Masih banyak lagi penyakit lainnya yang bisa ditularkan lewat hubungan seks seperti hepatitis B dan C," imbuhnya.
Agar terhindar dari berbagai penyakit tersebut, Ari mengimbau untuk berhenti gonta-ganti pasangan dan mengingatkan remaja untuk tidak berhubungan seksual sebelum menikah.
"Sayang kepada pacar bukan berarti menyerahkan bulat-bulat diri kita kepada pacar. Sekali para remaja pernah merasakan hubungan seksual, maka mereka akan mencoba lagi dengan pasangan dan terus berulang sehingga jatuh pada kehidupan seks bebas yang sangat berbahaya tersebut," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka
-
Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis
-
Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta
-
7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara
-
Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review
-
Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka
-
5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh