Mungkin Anda selalu merasa berat untuk bangun di pagi hari sebelum matahari terbit untuk berangkat sekolah atau bekerja. Jika ya, Anda tak sendirian, karena menurut sebuah penelitian memaksa tubuh bekerja tak sesuai dengan jam sirkadian sama saja dengan sebuah penyiksaan.
Bahkan, peneliti dari Oxford University, Paul Kelley mengatakan aturan masuk kerja sebelum jam 10.00 pagi sama saja dengan penyiksaan yang menempatkan pekerja dalam risiko tinggi untuk sakit, kelelahan hingga stres.
Peneliti menambahkan sebelum usia 55 tahun, irama sirkadian orang dewasa tidak cocok dengan ritme kerja yang biasanya dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pada pukul 5 sore. Hal ini bahkan berpengaruh pada suasana hati, kesehatan mental dan kinerja karyawan.
"Perusahaan yang memaksa karyawan bekerja sebelum pukul 10 pagi sama saja dengan menghambat kemampuan karyawan dan menimbun masalah kesehatan mereka," kata Kelley.
Kelley mengharapkan adanya perubahan yang mengatur jam kerja karyawan agar sesuai dengan jam alami tubuhnya. Untuk anak sekolah, Kelley juga menyarankan agar diterapkan jam belajar mulai pukul 08.30 pagi untuk anak usia 8-10 tahun, pukul 10 pagi untuk anak 16 tahun dan pukul 11 pagi untuk anak usia 18 tahun. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney
-
Dollar Perkasa, Kreativitas Berjaya: Mencari Cuan di Balik Rupiah Rp17.500
-
Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast