Suara.com - Hotel Karimunjawa, Kudus, Jawa Tengah hingga kini belum bisa menikmati sambungan daya listrik PT PLN. Meskipun saat ini Listrik telah menyala selama 18 jam.
Salah satu pihak hotel yang juga Juru bicara Hotel D'Season Karimunjawa Jepara Ferry Iriawan menjelaskan daya listrik yang tersedia saat ini belum belum bisa dialirkan ke tempat usaha. Prioritas listrik untuk tumah tangga.
Dia meminta tempat usaha khususnya penginapan bisa menikmati sambungan listrik PT PLN karena lebih murah dan tidak perlu perawatan.
Saat ini, Hotel D'Season menggunakan generator set (genset) untuk memenuhi kebutuhan listrik di hotel ini. Genset yang tersedia sebanyak dua unit. Masing-masing digunakan untuk siang hari dan malam hari yang memerlukan daya listrik lebih besar. Kapasitas masing-masing genset, kata dia, berkisar 300-400 KVA (kilovolt ampere).
Penyediaan sendiri kebutuhan energi listrik untuk kepentingan tempat penginapan, memang lebih mahal. Khususnya biaya operasionalnya. Sejauh ini tidak ada permasalahan dan daya listrik yang disediakan untuk tamu juga terpenuhi selama 24 jam.
Sementara itu Juru Bicara PT PLN Area Kudus Arif Noryadi mengatakan saat ini daya listrik yang tersedia di Karimunjawa hanya untuk pelanggan rumah tangga maupun usaha mikro dengan daya sekitar 1.300 VA.
Sedangkan kebutuhan listrik untuk tempat usaha yang lebih besar, seperti perhotelan belum bisa terlayani karena pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada belum besar.
Rencananya, kata dia, dilakukan penambahan kapasitas energi listrik itu menjadi 2.500 KVA, menyusul adanya penggantian mesin diesel memanfaatkan mesin diesel dari pembangkit di Tarakan, Kalimantan Utara.
Penambahan kapasitas pembangkit itu selanjutnya tempat usaha seperti perhotelan akan dilayani sesuai kebutuhan daya listrik yang diperkirakan mencapai 33 KVA hingga 53 KVA. Ia memperkirakan, penambahan kapasitas pembangkit bakal direalisasikan pada Juni 2016, sehingga tempat usaha bisa mendaftarkan tempat usahanya untuk mendapatkan penyambungan jaringan listrik PLN.
Dia menegaskan bahwa agar bisa menikmati sambungan listrik PLN memang perlu tahapan, mengingat pengelolaan PLTD di Karimunjawa baru diserahkan kepada PLN per awal tahun 2016.
Selain bisa melayani kepentingan usaha, kata dia, nantinya 1.912 pelanggan PLN di Karimunjawa yang ada saat ini bisa menikmati layanan energi listrik selama 24 jam, dibandingkan dengan saat baru menikmati layanan listrik selama 18 jam. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim