Suara.com - Sejak dalam kandungan, orangtua Daliyah Marie Arana sudah mengenalkan buku bacaan ke calon putri kecilnya. Ibu Daliyah, rutin membaca buku anak-anak setiap hari selama mengandung.
Ketika Daliyah lahir, ia sering mendengarkan sang kakak membaca buku dengan suara yang nyaring. Bahkan ketika berusia 18 bulan, Daliyah kerap merebut buku yang sedang dibaca sang ibu.
"Dia selalu memgambil alih buku yang saya baca, untuk dilihatnya. Mungkin dari kesenangan kami terhadap buku, dia belajar untuk juga menyukainya dari kecil," ujar Haleema Arana, ibu Daliyah kepada Washington Post.
Jadi tidak mengherankan ketika berusia 2 tahun 11 bulan, Daliyah telah bisa membaca buku pertamanya sendiri. Usia dimana anak lain mungkin belum lancar melafalkan huruf dan mengeja sebuah kata.
Kini Daliyah telah berusia 4 tahun, dan yang menakjubkan, ia telah melahap hampir 1000 buku bacaan. Beberapa diantaranya adalah buku yang ditujukan untuk jenjang perguruan tinggi.
Atas prestasinya yang luar biasa ini, Daliyah mendapatkan apresiasi sebagai 'librarian of the day' dari Perpustakaan Nasional Amerika Serikat yang diwakili Carla Hayden, selaku kepala perpustakaan.
Mengenakan gaun merah muda dan kacamata, Daliyah berjalan menuju meja bundar dimana pustakawan senior biasa duduk di Perpustakaan Nasional tersebut.
Di usianya yang masih belia tersebut, Daliyah menyampaikan keinginannya untuk bisa menularkan kecintaannya terhadap buku pada anak-anak lain. Ia ingin membantu gurunya mengajar membaca pada teman-teman seusianya.
Sang ibu, Haleema mengatakan, putri kecilnya itu mengagumi penulis Mo Willems dengan karyanya yang berjudul "Pigeon” dan “Elephant and Piggie”. Ada satu momen yang membuat Haleema takjub ketika Daliyah mampu menjelaskan kembali isi buku yang bercerita tentang dinosaurus.
"Setelah membaca cerita mengenai dinosaurus, tiba-tiba ia bermimpi menjadi seorang ahli paleontologi untuk menggali sisa-sisa jejak peninggalan dinosaurus di muka bumi. Ya, anak usia 4 tahun sudah memahami definisi paleontologi dan menurut saya itu menakjubkan," tambah Haleema.
Kini sang ibu rajin meunggah video Daliyah ke Youtube. Ia ingin menginspirasi ibu-ibu lainnya untuk menumbuhkan minat baca pada buah hatinya sejak dini.
"Mengekspos anak-anak dengan buku sejak anak masih bayi bisa membuatnya lebih cepat menyerap isi buku dibandingkan ketika kita mengajarkannya ketika dirinya tak lagi bayi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
-
Kenapa Liptint Tidak Tahan Lama? Ketahui Bedanya dengan Lipstik
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya
-
Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya
-
6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit
-
Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Banyak yang Libur Tapi Swasta Tetap Masuk
-
Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian
-
Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia
-
Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron