Suara.com - Sebuah studi kontroversial menyebutkan, tiga perempat populasi AS kekurangan vitamin sinar matahari, termasuk di antaranya sekitar 95 persen mereka yang berasal dari golongan orang Afrika Amerika.
Kondisi tersebut naik dramatis dari awal 1990-an, ketika kurang dari setengah warga negara AS membutuhkan suplemen vitamin D.
Namun, sebuah makalah baru yang diterbitkan pada Senin memuat teori berbeda. Manusia saat ini menggunakan tabir surya yang sangat protektif sehingga menghalangi manfaat paparan sinar matahari.
"Orang-orang menghabiskan lebih sedikit waktu di luar dan ketika mereka pergi keluar, mereka biasanya memakai tabir surya, yang pada dasarnya menghilangkan kemampuan tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Meskipun kami ingin orang melindungi diri dari kanker kulit, ada tingkat paparan sinar matahari yang aman dan moderat yang bisa sangat membantu dalam meningkatkan vitamin D," ungkap Asisten Profesor Dr Kim Pfotenhauer, dari Universitas Touro, California dilansir Daily Mail.
Lebih lanjut, Dr Pfotenhauer mengatakan, penyakit kronis seperti Diabetes Tipe 2, penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit celiac sangat menghambat kemampuan tubuh untuk memetabolisme vitamin D dari makanan.
"Anda tidak perlu pergi berjemur di pantai untuk mendapatkan keuntungannya. Jalan sederhana dengan lengan dan kaki yang terbuka cukup bagi kebanyakan orang," jelas Dr Pfotenhauer.
Sumber makanan, seperti susu, sereal sarapan, dan jamur Portobello juga dipercaya kaya vitamin D. Penelitian lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengetahui apakah kekurangan vitamin D berperan dalam multiple sclerosis, gangguan autoimun, infeksi, penyakit pernapasan, penyakit kardiometabolik, kanker, dan risiko patah tulang.
"Ilmuwan telah mencoba untuk menemukan korespondensi satu persatu antara tingkat vitamin D dan penyakit tertentu. Pekerjaan kami sebagai dokter osteopati adalah mengenali pasien yang perlu diuji dan diobati sesuai dengan itu," tandasnya.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of the American Osteopathic Association.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard