Suara.com - Arab Saudi menawarkan beberapa situs paling religius ke dunia, termasuk Masjid al-Haram di Mekkah dan Masjid Madinah an-Nabawi dan pemakaman nabi Muhammad.
Negara yang sangat konservatif ini berharap dapat menyambut 30 juta pengunjung setiap tahun pada tahun 2030 mendatang.
Untuk memenuhi target ini, visa pariwisata pertama akan dikeluarkan untuk wisatawan dari 1 April 2018. Visa itu ditujukan bagi mereka pelancong bisnis, perjalanan religius dan orang-orang yang mengunjungi kerabatnya.
Untuk pertama kalinya, perempuan berusia 25 tahun ke atas akan mendapatkan visa turis single-entry 30 hari tanpa pendamping lelaki.
Ini adalah pergeseran substansial dari tahun 2006-2010, ketika Kerajaan menutup sebagian besar negara ini untuk wisatawan liburan.
Rencana penerbitan visa turis baru terungkap dalam sebuah laporan baru menjelang Pasar Perjalanan Arab (2018) Arabian yang berlangsung di Dubai World Trade Center mulai 22-25 April.
Perubahan sikap tersebut muncul setelah janji Pangeran Mohammad bin Salman tentang "Islam moderat dan terbuka."
Melunakkan peraturan ketat negara, Putra Mahkota bertanggung jawab atas pengangkatan larangan mengemudi pengemudi yang baru-baru ini terjadi.
Pangeran Saudi mengumumkan rencananya untuk menyambut wisatawan sebagai bagian dari rencana Vision 2030, dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, dikutip dari Express.
Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah, Wanita Arab Saudi Boleh Jadi Tentara
"Ini terbuka untuk orang-orang yang melakukan bisnis, untuk orang-orang yang bekerja di Arab Saudi, berinvestasi di Arab Saudi dan orang-orang yang berkunjung untuk tujuan khusus. Dan sekarang akan terbuka untuk pariwisata lagi secara terpilih," katanya.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara pada tahun 2016, Pangeran Sultan bin Salman memperjelas bahwa negara tersebut tidak akan "benar-benar terbuka agar semua orang hanya muncul dan masuk".
Rencana baru untuk menarik pariwisata sangat mengejutkan, dengan investor Inggris besar seperti Virgin's Sir Richard Branson yang dikabarkan akan berinvestasi di industri pariwisata negara tersebut.
Ada juga rencana untuk mengubah 50 pulau Laut Merah menjadi resor pantai mewah yang tidak akan tunduk pada peraturan kerajaan konservatif.
Reformasi dan investasi ditetapkan untuk mendorong sektor pariwisata dan perhotelan selama lima tahun ke depan, dengan pertumbuhan yang diharapkan sebesar 13,5 persen tahun ke tahun di tahun 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami
-
Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi
-
Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian
-
4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok
-
Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya
-
Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!
-
Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik yang Cocok Dipakai Kerja dan Aktivitas Harian, Cek di Sini!