Suara.com - Ini 3 Alasan Ombudsman Nilai Vanessa Angel Alami Ketidakadilan Hukum.
Sejak kasus prostitusi online artis mencuat pada awal 2019, posisi Vanessa Angel terus mengalami ketidakamanan. Dari awal nama bintang FTV itu di posisikan sebagai orang yang bersalah.
Mulai dari ditangkap dan diperiksa sebagai saksi korban, kemudian meningkat menjadi saksi, dan kini Vanessa Angel ditetapkan sebagai tersangka.
Mengamati kasus ini Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S., selaku Pimpinan Ombudsman RI menilai, terlalu premature menetapkan Vanessa Angel sebagai tersangka. Ia juga mengalami ketidakadilan hukum.
“Vanessa Angel mengalami kekerasan berlapis. Ada ketidak adilan dari para penegak hukum. Publik diberi wacana bahwa dia adalah orang yang menjual diri,” ungkap Ninik Rahayu saat ditemui Suara.com belum lama ini dalam acara Media Talk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Jakarta Pusat.
Lebih lanjut Ninik menyampaikan 3 alasan bahwa Vanessa Angel mengalami ketidakadilan hukum dalam kasus prostitusi online artis.
Belum disidik
“Padahal dia belum disidiki dan diperiksa. Bagaimana dia bisa ditetapkan sebagai tersangka? Belum diperiksa saja dia sudah lemah tak berdaya. VA memiliki masalah yang sangat serius untuk menjelaskan kondisinya. Belum di BAP tapi sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ninik.
Selain itu, polisi juga dengan mudah menyebut angka 80 juta sebagai tarif VA, itu juga belum diselidiki.
Baca Juga: Kronologi Lieus Jurkam Prabowo Marah Ditolak Besuk Ahmad Dhani
Menggiring opini
“Saat menciduk, polisi sudah menghubungi media. Media juga memberitakan dengan tidak proporsional. Ketika sudah diperiksa seharusnya identitasnya tidak boleh diberitakan. Ia dikondisikan sebagai orang yang menjual diri,” sambungnya.
Itu namanya diskriminasi terhadap perempuan. Kalau VA diperdagangakan harus dicari siapa yang memperdagangkan. Begitu juga sebaliknya.
Tidak perspektif gender
“VA memiliki masalah yang sangat serius untuk menjelaskan kondisinya. Kepolisian menjatuhkan hukuman terhdap orang yang belum dinyatakan bersalah. Pemberitaan selalu mengarah kepada VA, sedangkan usernya laki-lakinya sama sekali tidak di-blow up,” katanya
Akan lebih fair apabila kepolisian mengungkap nama-nama yang selama menggunakan jasa itu. Penegak hukum harus juga mendatangkan ahli yang memiliki persepstif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah
-
Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok
-
Tukar Poin Jadi Hewan Kurban, Begini Cara Mudah Berbagi di Iduladha
-
12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi
-
Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya
-
5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
-
Long Weekend Bingung Menginap di Mana? Ini 3 Tipe Hotel yang Bisa Disesuaikan dengan Mood Liburanmu