Suara.com - Buka Puasa dengan Nasi Boran, Makanan Khas Lamongan yang Pedas dan Gurih
Jika anda bepergian dan melintas di Kabupaten Lamongan, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang, tak ada salahnya mampir dan mencicipi nasi Boran.
Ya, Lamongan bukan hanya terkenal karena soto dan pecel lele, ada pula makanan khas yang pedas dan gurih bernama Nasi Boran.
Nasi Boran sendiri berawal dari warga dusun Kaotan, desa Sumber Rejo, Lamongan yang semua berjualan nasi Boran di tepi jalan-jalan kota Lamongan mulai sore hingga dini hari.
Kekhasan nasi Boran terletak pada nasi yang ditempatkan di Boran (wadah yang terbuat dari anyaman bambu) si penjual, kemudian diberi bumbu boranan yang bercitarasa agak sedikit pedas ditambah krawu (sayur-sayuran) yang membuat nikmat di lidah.
Bermacam lauk yang disajikan, mulai dari telor, ayam, bandeng, ikan gabus hingga ceker dan tentu saja tahu tempe kemudian dikasih bumbu.
Seporsi nasi Boran rata-rata berharga Rp 10 ribu. Namun, harga makanan bisa lebih mahal jika Anda menambah sejumlah lauk.
Penjual nasi Boranan asal Kaotan, Kasiatun (42) mengatakan disebut nasi Boran karena tempat nasinya dari Boran atau tempat nasinya buat dari anyaman dari bambu. Berbeda dengan makanan nasi lainnya, bumbu pada nasi Boran dibuat agak kental dari adonan santan dan rempah-rempah lainnya.
"Nasi boran itu nasi yang ditempatkan di boran, wadah nasi dari anyaman bambu. Kemudian dikasih bumbu boranan dan bermacam ikan tergantung pembeli memilih ikannya. Kita menjual satu porsi Rp 10 ribu, beda harga jika menambah lauk," ujar ibu tiga anak ini.
Baca Juga: Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Laris di Bulan Ramadan
Kasiatun melanjutkan dulu tradisi berjualan nasi Boran dimulai petang hari habis magrib hingga dini hari berlangsung bertahun-tahun. Karena itulah nasi boran selalu dicari pembeli ketika malam hari.
Namun, lanjutnya, saat ini ada juga yang berjualan mulai siang hari. Apabila bulan Ramadan seperti sekarang, penjual nasi Boran memulai berjualan pada sore hari menjelang buka puasa.
"Dulu berjualan mulai malam hari, tapi sekarang ada yang siang sudah berjualan. Saya hari biasa berjualan mulai jam 14.00 wib hingga jam 21.00 wib. Tapi pada bulan puasa seperti ini, saya mulai buka pukul 16.30 wib hingga dini hari," ucap Kasiatun, Kamis (16/5/2019).
Kasiatun mengaku omzet berjualan nasi Boran pada bulan Ramadan selalu naik dari hari biasa. Sehari, ia bisa meraih omzet hingga ratusan ribu meski ada sekitar lima belas penjual nasi Boran yang ada di lapak di samping pasar modern Lamongan.
"Ya banyak pembeli, ada yang dibungkus dibawa pulang untuk buka puasa. Ada juga yang makan di sini. Alhamdulillah, bulan puasa ini saya berjualan tidak sampai jam 8 malam sudah habis," tutupnya.
Kontributor : Tofan Kumara
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan