Suara.com - Apa yang pertama kali muncul dalam benak Anda ketika mendengar kata desa? Travelers pasti sudah terbayang akan suasana hangat dari masyarakat desa dan juga alamnya yang masih begitu asri bukan?
Seiring berjalannya waktu, banyak sekali desa yang berbenah dan disulap menjadi destinasi wisata menarik.
Salah satunya yakni Desa Wisata Pandak di Banyumas atau mungkin lebih populer dengan nama The Village Purwokerto.
Baru saja diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, awal tahun 2018 lalu, desa wisata ini langsung diserbu warga sekitar Banyumas dan juga wisatawan.
Bukan tanpa alasan, desa wisata ini jika dilihat mengusung konsep perpaduan antara bangunan modern dengan alam.
Lewat akun Twitter @budimandjatmiko, Budiman Sudjatmiko juga memuji adanya desa wisata The Village Purwokerto tersebut.
Awalnya dirinya membahas tentang desain ibukota baru di Negara Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang begitu megah.
Dirinya juga sempat menyinggung alangkah baiknya jika 74.957 desa di Penajam Paser nantinya juga maju seperti Desa Wisata Pandak.
"Seperti Desa Wisata Pandak di Banyumas ini. Kebetulan kepala desanya mantan orang bank. Tahu cara mengelola aset-aset desanya. Bayangkan 74.957 desa se-Indonesia se-asri ini dengan ibu kota negara yang tertata rapi. Kolaborasi swasta dan BUMDes atau antar BUMDes," cuit akun @budimandjatmiko.
Baca Juga: 5 Desa Wisata Terfavorit di Sleman yang Cocok untuk Isi Liburan Nataru
Bak negeri Eropa, suasana The Village Purwokerto tadi begitu asri, bersih dan membuat siapa saja yang datang betah untuk berlama-lama.
Tak jauh dari The Village Purwokerto juga terdapat The Forest Island yang tidak kalah menarik untuk disambangi.
Terbentuknya kedua desa wisata nan asri ini lahir berkat kerjasama antar masyarakat dan kepala desa serta pengelolaan anggaran yang baik.
Wah, menarik sekali ya Desa Wisata Pandak alias The Village Purwokerto dan The Forest Island ini? Semoga menginspirasi desa-desa lain di Indonesia ya.
Berita Terkait
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Potensi Jadi Aksi: Cerita Kang Edai Dari Desa Sejahtera Astra Kemiren
-
73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes
-
Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim
-
11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Minta Eks Jampidsus Segera Dibebaskan
-
ESDM Uji Coba CNG untuk UMKM, Siapkan Puluhan Ribu Tabung
-
Rumah Sakit di Pekanbaru Dilarang Bedakan Pelayanan Pasien BPJS dan non-BPJS
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Bekas Jerawat PIH sesuai Review, Noda Hitam Lambat Laun Pudar
-
Hentikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Kena Karma
-
Review Film Don't Say Good Luck: Kisah Remaja, Harapan, dan Teater Musikal
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah
-
Pulang Tengah Malam, Adinda Ditemukan Tewas di Jalan Gelap Kertapati, Motornya Hilang
-
Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca
-
Kabar Baik Persija! Radovan Pankov Hampir Pulih, Shin Tae-yong Siap Turunkan Benteng Serbia