Hagia Sophia Menjadi Masjid
Setelah menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453, Ottoman Sultan Mehmed II segera pergi ke Hagia Sophia dan memerintahkan agar bangunan itu diubah menjadi masjid.
Ini adalah usaha yang sukses, dan tetap menjadi masjid sejak itu. Pada abad berikutnya, arsitek Sinan ditugaskan untuk membuat restorasi dan menambahkan unsur-unsur Islam ke dalam bangunan.
Menara, mihrab dan mimbar, ditambahkan, dan diposisikan secara tepat untuk menghadap ke arah Mekah, 10 derajat selatan poros utama bangunan.
Penopang di sisi timur ditambahkan selama periode Ottoman. Belakangan, Hagia Sophia menjadi kompleks yang terdiri dari makam, air mancur, perpustakaan, dan sebagainya.
Ketika digunakan sebagai masjid, panel mosaik tetap ada, tetapi wajah sosok itu tertutup. Setelah abad ke-18, panel mosaik tertutup sepenuhnya.
Hagia Sophia Menjadi Museum
Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun dan sebagai masjid selama 481 tahun. Pada tahun 1934, atas perintah Mustafa Kemal Atatürk dan keputusan Dewan Menteri, itu diubah menjadi museum dan sejak itu, telah dibuka untuk pengunjung.
Kembali Menjadi Masjid
Baca Juga: Pengadilan Turki Mulai Bahas Status Hagia Sophia
Belakangan keputusan Presiden Turki untuk mengubahnya menjadi masjid dikecam banyak pihak. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) dan sejumlah negara seperti Rusia, Amerika Serikat, Yunani, hingga para pemimpin gereja adalah pihak-pihak yang melayangkan penolakan atas keputusan Endargo.
UNESCO menyatakan pihaknya sangat menyesalkan keputusan Turki yang dibuat tanpa adanya diskusi dan pemberitahuan sebelumnya.
"Keputusan ini diumumkan hari ini (10/9) memunculkan masalah dampak perubahan status ini pada nilai universal properti. Negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa modifikasi tidak memengaruhi Nilai Universal Luar Biasa dari situs-situs tertulis di wilayah mereka," ujar UNESCO dalam pernyataanya melalui instagram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan
-
Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?
-
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
6 Mesin Cuci 2 Tabung Harga Rp1 Jutaan yang Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Tangga
-
7 Rekomendasi Kacamata Anti Sinar UV 400, Lindungi Mata dari Sengatan Godzilla El Nino
-
4 Ancaman Hukuman Berat Menanti 16 Mahasiswa UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat
-
7 Parfum Wanita yang Tercium dari Jarak Jauh, Murah Cuma Rp30 Ribuan
-
Front Loading vs Top Loading, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mesin Cuci 1 Tabung
-
Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?
-
5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian