Suara.com - Wahana permainan Disneyland di berbagai negari kembali beroperasi, di tengah pandemi virus Corona Covid-19
Dilansir ANTARA, taman bermain Disneyland di Paris, Prancis, kembali menyambut pengunjung, Rabu, setelah ditutup selama empat bulan akibat pandemi virus corona. Protokol kesehatan wajib dilakukan, di mana semua orang wajib memakai masker dan menjaga jarak.
Hal sebaliknya terjadi dengan Disneyland di Hong Kong yang ditutup lagi hari ini akibat peningkatan infeksi kasus Covid-19 di kawasan tersebut.
Disneyland di Hong Kong baru beroperasi kurang dari sebulan setelah pandemi sebelum menutup kembali aksesnya. Banyak pengunjung yang datang ke Disneyland Paris sejak pagi, termasuk sekelompok orang yang memakai telinga Mickey Mouse dan menari gembira ketika memasuki taman bermain yang paling banyak didatangi di Eropa.
Selain menggunakan masker, pengunjung hanya bisa datang setelah memesan tiket sebelumnya.
Taman bermain yang membatasi kapasitas pengunjung mewajibkan setiap orang untuk menjaga jarak satu meter dengan orang lain. Ratusan hand sanitizer dan tempat cuci tangan juga tersebar di penjuru taman bermain.
Tidak ada tiket yang dijual di pintu masuk, sementara atraksi di mana pembatasan jarak sulit dilakukan belum dibuka.
Di Amerika Serikat, pembukaan Disneyland California memancing protes dari pada pekerja. Serikat pekerja meminta perusahaan untuk berkomitmen menyediakan pengujian di tempat kerja untuk Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru.
"Ketika Disney benar-benar dibuka kembali, kami ingin situasi bekerja seaman mungkin untuk anggota pemeran, untuk para tamu, dan untuk keluarga dari para anggota pemeran yang harus kembali bekerja," kata Maria Hernandez, seorang anggota serikat yang menghadiri aksi tersebut.
Baca Juga: Baru Dibuka Bulan Lalu, Disneyland Hong Kong Tutup Lagi Besok
Disney mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan tentang perlindungan terhadap virus corona dengan 20 afiliasi serikat yang mencakup gaji tambahan sakit, pelindung wajah untuk tamu dan anggota pemeran, dan mengurangi kapasitas taman bermain.
Berita Terkait
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
Only in Hong Kong: Cara Baru Menikmati Kota yang Penuh Kontras dan Cerita
-
BNI dan PPI Hong Kong Bekali Ratusan Mahasiswa Indonesia Jelang Studi di Luar Negeri
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?