Tradisi menyuapi dalam menobatkan raja
Tradisi Seumuleung merupakan upacara khusus yang dulu dilakukan Sultan Inayat Syah untuk menobatkan anaknya sebagai Sultan Kerajaan Daya pada tahun 1480 M, yang jatuh pada hari Idul Adha.
Pada tahun-tahun sebelumnya tradisi dilaksanakan di sebuah gedung permanen bak istana raja masa lalu yang dicat warna putih, lengkap dengan lima kubah ukuran berbeda-beda, dengan mengundang para keturunan raja dari seluruh Aceh, juga pemerintah daerah.
GAM, Hasan Tiro dan formalisasi syariat Islam: Kaum muda Aceh menafsir sejarah Ketika umat Hindu Tamil gelar ritual agama di Banda Aceh yang menerapkan syariat Islam Menanti bioskop di Aceh: Film Cut Nyak Dien, konflik bersenjata dan Perda Syariat Islam
Seumuleung bermakna menyuapi, karena dalam puncak upacara raja baru, pewaris estafet kepemimpinan, akan disuapi nasi dan lauknya oleh tetua upacara adat.
Ini merupakan simbol dari pemberian selamat pada raja yang baru.
Masyarakat ikut memadati lokasi, tidak saja untuk menonton, tapi juga ikut memperebutkan sisa nasi suapan raja. Rangkaian adat menyuapi dan rebutan nasi suapan ini sekaligus bermakna menyatunya raja dengan rakyat.
Dipercaya pula memakan nasi suapan sisa raja akan membawa berkah.
Upacara dimulai
Baca Juga: Tradisi Lima Abad di Aceh Setiap Idul Adha: Peumenab dan Seumeuleng
Hening menyelimuti ketika Raja Saifullah, keturunan Sulthan Alaiddin Riayat Syah, sampai di tempat upacara adat, siang itu.
Puluhan hulubalang lalu berzikir dan bersalawat mengiringi langkah sang Raja memasuki balai acara.
Jumlah peserta di dalam balai acara tidak lebih dari 23 orang, itu pun sudah mencakup para undangan.
Sangat berbeda dengan gelaran tradisi Seumuleung tahun-tahun sebelumnya yang meriah dengan ratusan orang, termasuk perwakilan pejabat pemerintahan daerah dan keturunan raja kerajaan lainnya di Aceh.
Kali ini bahkan tidak satu pun di antara para hulubalang, termasuk Raja Saifullah, yang menggunakan pakaian kerajaan pendahulunya.
Raja hanya mengenakan kemeja berwarna kuning dan penutup kepala bermotif Aceh.
Berita Terkait
-
5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?
-
5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali
-
Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan
-
Rumah Kinclong Jelang Lebaran: Tradisi Tahunan yang Tak Pernah Absen
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?
-
Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu
-
Apakah Anak Umur 1 Tahun Wajib Zakat Fitrah? Begini Penjelasan Hukumnya
-
Sah! 1 Syawal 1447 H Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Lebaran 2026
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Besaran dan Batas Akhir Pembayarannya
-
5 Tips Mengelola Uang THR Anak dengan Bijak agar Tetap Bisa Ditabung
-
Pemerintah Lebaran Tanggal Berapa? Ini Link Pantau Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026
-
5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal
-
Niat Mandi Sunnah Salat Idul Fitri, Ini Tata Cara dan Penjelasannya
-
Berapa Kekayaan Michael Bambang Hartono? Bos Djarum Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia