Suara.com - Lari merupakan salah satu pilihan latihan kardio yang tepat bagi pemula yang ingin rutin berolahraga. Tetapi menjelang akhir tahun, cuaca sudah memasuki musim penghujan yang sering kali membuat tubuh 'mager' untuk bergerak.
Padahal dengan berlari justru bisa meningkatkan kekebalan tubuh agar tak mudah sakit saat musim hujan, ditambah lagi di tengah situasi wabah virus corona Covid-19 saat ini.
Atlet Maraton Inggris Paula Radcliffe punya tips sederhana untum orang-orang yang sering kali dilanda malas berlari karena cuaca dingin di luar rumah. Paula menyebutkan, lari bukan hanya baik untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan mental.
"Ada endorfin yang Anda dapatkan. Serta manfaat meninggalkan rumah, mendapatkan udara segar dan darah ekstra mengalir ke seluruh tubuh hingga ke kepala. Tapi itu juga meditatif. Anda bisa membiarkan pikiran mengalir dan rileks saat Anda meletakkan satu kaki demi satu," kata Juara Maraton London tersebut dikutip dari Mirror.
Paula mengingatkan, tak perlu menjuarai lomba lari untuk bisa merasakan manfaat berlari. Kuncinya justru melakukannya secara konsisten. Berikut tips yang diberikan Paula untuk memulai lari:
1. Mulai secara bertahap
Jika baru memulai lari, jangan paksakan tubuh dengan terus berlari. Paula menyarankan mulailah dengan lari sebentar, lalu berjalan, kemudian berlari lagi, dan ulangi terus. Jangan langsung lari dengan jarak puluhan kilometer, Anda tidak akan menikmatinya dan kemungkinan besar tidak akan mencobanya lagi.
2. Selalu lakukan pemanasan
Paula mengingatkan, saat musin dingin, pemanasan harus dilakukan dengan lebih berhati-hati. Ia mengungkapkan, biasanya melakukan pemanasan dengan joging perlahan selama lima sampai sepuluh menit. Lalu kembali ke rumah untuk melakukan peregangan sebelum ia memulai untuk lari dengan lebih benar. Hal sangat penting dilakukan terutama pada bulan-bulan yang lebih dingin ketika otot-otot juga lebih dingin.
3. Jadikan motivasi
Semakin bugar dan sehat tubuh, semakin baik sistem kekebalan dalam melawan virus, termasuk Covid-19. Menurut Paula, tujuan itu bisa jadi motivasi untuk terus konsisten berlari. Pilih waktu saat cuaca bagus, karena tidak terlalu menyenangkan berlari di tengah hujan lebat. Paula sendiri mengaku suka berlari saat masih gelap. Dengan memanfaatkan lampu jalan untuk mengukur sprint dan memotivasi diri untuk terus pergi ke tiang lampu berikutnya.
4. Makan dengan benar
Pastikan Anda memiliki beberapa makanan bergizi yang menunggu saat pulang. Makan dalam waktu 20 menit setelah menyelesaikan lari Anda akan membantu pemulihan tubuh. Jika ini bukan waktu yang tepat untuk makan, maka camilan sehat juga bagus. Cobalah segenggam kacang atau juga buah segar. Ia juga mengingatkan untuk menjaga kadar vitamin dan omega-3 dan 6 tetap tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan.
Baca Juga: Tak Perlu Takut, Pakai Kaki Palsu Juga Masih Bisa Olahraga Lari Lho
5. Tetap terhidrasi
Cuaca dingin terkadang memanipulasi rasa haus di dalam tubuh. Paula menyarankan untun tidak mengurangi asupan minum seperti saat musim panas. Hal itu untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
6. Kenakan perlengkapan yang tepat
Saat berlari malam hari, pastikan mengenakan sesuatu yang reflektif. Paula menyarankan, tak ada salahnya memanjakan diri dengan menggunakan perlengkapan lari baru yang bagus, walaupun agak mahal.
Bagi wanita, mengenakan bra olahraga yang pas juga penting. Pesan beberapa ukuran berbeda untuk memastikan Anda memiliki yang nyaman. Saat membeli celana pendek atau celana ketat, pastikan juga memiliki saku ritsleting sehingga Anda memiliki tempat untuk meletakkan kunci dan ponsel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang