Suara.com - Banyak orang menghindari makan sebelum tidur di malam hari karena takut gagal diet. Jika seandainya memang tak bisa menahan godaan, setidaknya jangan sembarangan memilih makanan yang akan disantap.
Merangkum Keepo.me, ada beberapa makanan yang bisa berdampak negatif jika dikonsumsi pada malam hari. Apa saja, ya?
Makanan pedas dan berminyak
Tidak hanya berdampak buruk bagi sistem pencernaan, makanan pedas dan berminyak juga membuatmu rentan terbangun saat tidur di malam hari.
Makanan pedas bisa bikin pencernaan bekerja penuh. Padahal, proses pencernaan mestinya menurun sebagai persiapan tubuh beristirahat. Tak cuma itu, karena perut bekerja keras di malam hari untuk mencerna makanan pedas, kamu akan merasa lemas saat bangun di pagi hari.
Selain itu, rasa pedas dari cabai maupun rempah-rempah lainnya membawa senyawa yang bisa merangsang indera sehingga perut akan terasa kurang nyaman dan nantinya jadi gampang terbangun saat tidur di malam hari.
Makanan manis
Selain banyak gula dan lemak, cokelat juga mengandung kafein dan stimulan semacam theobrimine yang bikin detak jantung menjadi lebih cepat sehingga bisa menyebabkan susah tidur.
Makanan manis lain seperti permen dan es krim juga lebih baik dihindari karena memicu kenaikan gula darah dan ledakan energi yang tidak dibutuhkan pada malam hari. Jika dibiarkan, kondisi itu bisa menyebabkan penumpukan lemak.
Baca Juga: Kritik Makanan di Kereta Api Terlalu Mahal, Pria Ini Disemprot Balik Publik
Buah asam
Buah-buahan seperti jeruk, nanas, atau anggur sebaiknya dikonsumsi pada siang hari saja, bukannya sebelum tidur. Kalau sangat ingin memakannya, cukup sedikit saja alias jangan terlalu banyak.
Kandungan asamnya bisa menyebabkan masalah lambung sehingga memicu perut kembung yang bikin tidur jadi tak nyaman.
Daging
Kamu juga tidak disarankan mengonsumsi daging merah sebelum tidur, misalnya daging sapi atau kambing.
Daging adalah makanan yang sulit dicerna. Kandungan zat besi serta triptofan di dalamnya juga bisa mengganggu tidurmu, bahkan menyebabkan kram otot.
Makanan berkarbohidrat
Roti yang mengandung karbohidrat dan ragi bisa membuatmu gampang lapar sehabis memakannya. Jadi ingin mengunyah yang lainnya lagi, kan? Hal itulah yang rawan bikin berat badan naik.
Karbohidrat pada nasi, pasta, pizza, dan kentang goreng juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan serta kenaikan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Pekan Ini! Hasil Lab Forensik Sutrimo Keluar, Akankah Polisi Tetapkan Tersangka?
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Kecanduan Judi Slot, Pria di Pacitan Gask Emas Rp350 Juta Milik Lansia Saat Ditinggal Kondangan
-
5 Aturan Feng Shui untuk Rumah Posisi Hook di Perumahan Modern agar Hoki dan Harmonis
-
4 Shio yang Diprediksi Akan Hidup Lebih Baik Mulai 25 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas
-
Alam Cahayo Tuah Nagori Cerenti Jadi Juara Festival Pacu Jalur 2026
-
BUMN RI Pamer Inovasi Bata Interlock di Danantara Housing Expo, Apa Hebatnya?
-
Misi Darurat di Jantung Way Kambas: Tim Alfa TNI Terjun Jinakkan Api
-
Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT