Suara.com - Lockdown yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 pada tahun 2020 telah menurunkan emisi CO2 atau karbon dioksida sebesar 5,8 persen. Ini merupakan penurunan kadar CO2 tahunan terbesar sejak Perang Dunia, ungkap sebuah laporan dari IEA atau Badan Energi Internasional.
Namun, dengan dilonggarkannya lockdown di sejumlah besar negara, emisi CO2 global kembali meningkat. Emisi CO2 akan meningkat 1,5 miliar ton – peningkatan tahunan terbesar kedua yang pernah ada – pada tahun 2021, demikian menurut IEA dalam laporan terbarunya.
Dan faktanya, kadar CO2 di atmosfer bumi memang kembali memuncak bulan lalu, mencapai tingkat yang bersejarah. Hal ini dilaporkan oleh para ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Scripps Institution of Oceanography di the University of California, San Diego.
Disebutkan dalam sebuah laporan bahwa kadar CO2 di atmosfer mencapai puncaknya untuk tahun 2021 pada bulan Mei dengan rata-rata bulanan 419 ppm, dan ini merupakan yang tertinggi sejak pengukuran yang akurat dimulai 63 tahun yang lalu.
Dilansir melalui News18, CO2 ini muncul akibat adanya gas rumah kaca dan bertahan di atmosfer dan lautan selama ribuan tahun setelah dipancarkan. Demikian dikatakan Pieter Tans, seorang ilmuwan senior di Laboratorium Pemantauan Global NOAA.
“Kita menambahkan sekitar 40 miliar metrik ton polusi CO2 ke atmosfer per tahun,” kata Tans.
“Itu adalah karbon yang berasal dari Bumi, akibat proses pembakaran, dan lepas ke atmosfer sebagai CO2 — tahun demi tahun. Jika kita ingin menghindari bencana perubahan iklim, prioritas tertinggi adalah mengurangi polusi CO2 menjadi nol sedini mungkin," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United