Suara.com - Susu kedelai adalah alternatif pengganti susu yang terkenal. Susu kedelai juga bisa menjadi tambahan nutrisi yang penting untuk diet sehari-hari. Minuman sehat dan beraroma ini awalnya muncul dari produk olahan limbah pembuatan tahu. Susu kedelai kini berperan sebagai pengganti susu bebas laktosa dengan manfaat kesehatan di dalamnya.
Simak ulasan selengkapnya manfaat susu kedelai untuk kesehatan tubuh seperti dilansir dari laman Nourish by WebMD, Selasa (21/9/2021).
Manfaat Susu Kedelai untuk Kesehatan
Vitamin, mineral, dan antioksidan dalam susu kedelai memberi manfaat kesehatan yang berlimpah. Seperti vitamin B dalam susu ini penting untuk membantu tubuh menjaga sel-sel saraf dan DNA. Kandungan baiknya juga membantu menghindari berbagai bentuk anemia dan mencegah kelelahan.
Protein tinggi dalam susu kedelai juga membantu dalam mendukung otot dan organ tubuh yang sehat. Yuk, simak manfaat susu kedelai untuk kesehatan tubuh selengkapnya.
Kesehatan Otak
Susu kedelai mengandung asam lemak omega-2 yang kaya dan merupakan lemak sehat yang tidak bisa dibentuk sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega-3 dikaitkan dengan penurunan risiko demensia dan penyakit Alzheimer.
Penelitian lebih lanjut terkait efek susu kedelai terhadap penyakit pada organ otak tersebut masih terus didalami. Namun secara umum kedelai merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3 non hewani terbaik.
Peningkatan Kesehatan Jantung
Baca Juga: 5 Jenis Rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit
Susu kedelai juga bermanfaat mendukung sistem kardiovaskular berkat kandungan potasium dan dan kalium. Kandungan tersebut sangat dikaitkan dengan menjaga tekanan darah rendah dan denyut nadi teratur. Susu dari ekstrak kacang kedelai ini juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol terutama untuk orang yang berkolesterol tinggi.
Mengurangi Gejala Menopause
Jenis susu nabati ini mengandung isoflavon yang bereaksi dalam tubuh, seperti bentuk estrogen yang lemah. KArena itu, mengonsumsi susu kedelai dan produk kedelai lainnya bisa membantu mengurangi gejala menopause, seperti hot flashes.
Nutrisi Tinggi
Sebagian besar susu kedelai yang dijumpai di supermarket diperkaya dengan nutrisi tambahan. Hal ini membuat susu kedelai menjadi minuman sumber kalsium dan mineral yang bagus untuk tubuh. Mengonsumsi kalsium yang cukup bisa membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.
Satu porsi susu kedelai menjadi sumber nutrisi yang baik dari: vitamin A, vitamin B, kalium, kalsium, retinol, folat, dan kolin
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Rangkaian Skincare Skintific untuk Hempas Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Kapan Dibuka? Cek Jadwal Pemesanan dan Tanggal Keberangkatan
-
Terpopuler: Shio yang Beruntung di Pekan Terakhir Januari, Harga Tiket Kereta Lebaran 2026
-
Bukan Sekadar Koleksi: Collectible Card Bisa Jadi Media Belajar dan Bermain
-
Berapa Harga Lipstik Dior? Simak 13 Varian dan Harganya
-
Transisi dari Kerja 9-5 ke Remote Work: Konsultasi Karir untuk Office Workers
-
Siapa Paling Hoki? Ini Daftar 5 Shio Beruntung dan Makmur di 27 Januari 2026
-
7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Anak-Anak, Main di Luar Jadi Tenang
-
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
-
Belanja Sambil Selamatkan Bumi: Daur Ulang Plastik Jadi Gaya Hidup di Bali