Suara.com - Kesadaran masyarakat untuk mendaur ulang sampah sebenarnya sudah lebih baik. Hanya saja kendalanya, belum banyak penampungan sampah yang mampu memilah berdasarkan setiap jenis sampah.
"Jadinya, sampah yang dipilah dari rumah malah tercampur lagi di truk sampah," kata CEO dan Founder Waste4Change, M Bijaksana Junerosano dalam konferensi pers virtual peluncuran Rumah Pemulihan Material (RPM) di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2021).
Menurut Bambang, pembangunan RPM di Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan, itu bisa menjadi solusi untuk memberdayakan masyarakat yang berfokus pada partisipasi aktif dalam mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.
Pembangunan RPM tersebut menjadi salah satu rangkaian Nestlé Indonesia melalui program 'Kebagusan Bijak Kelola Sampah' untuk mendukung penanganan sampah di Indonesia terutama di wilayah DKI Jakarta.
"Kami senang dapat bekerjasama dengan Nestlé Indonesia serta Kelurahan Kebagusan dalam upaya mendukung ambisi pemerintah dalam mengurangi limbah sampah di Indonesia sebesar 30 persen dan menangani 70 persen sampah pada 2025," ucapnya.
Sementara itu, Plt Walikota Jakarta Selatan Drs. Isnawa Adji mengatakan bahwa Jakarta Selatan sendiri telah menghasilkan sampah sebanyak 1.500 ton perhari. Selain ajakan memilah sampah dengan telah membuat bank sampah, menurut Isnawa, Pemkot Jakarta Selatan beserta 65 kelurahan juga sedang gencar membuat ecoenzym dan maggot.
"Harapan saya PT Nestlé Indonesia dan Waste4Change terus bisa mengedukasi warga Jakarta Selatan dalam pengurangan sampah," pintanya.
Rumah Pemulihan Material merupakan sarana pengelolaan sampah masyarakat yang akan digunakan sebagai pusat pengumpulan sampah rumah tangga secara terpadu dari berbagai bank sampah yang ada di wilayah Kelurahan Kebagusan.
Dibangun di atas lahan seluas 195 m2 yang disediakan oleh Kelurahan Kebagusan, RPM tersebut ditargetkan dapat mengelola sampah anorganik sebanyak 1,3 ton per hari dengan melayani lebih dari 50.000 rumah tangga di Kelurahan Kebagusan.
Baca Juga: Usai Tiongkok Larang Impor Sampah, New York Dirikan Fasilitas Daur Ulang
Pembangunan dan pengoperasian RPM itu diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Sekaligus mampu mendatangkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Selain itu juga sebagai kelanjutan dari upaya mengurangi ketergantungan kepada TPST Bantargebang yang umur pakainya akan segera berakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mantri BRI di Sumatera Utara Ini Tak Gentar Lumpur dan Sinyal Demi Majukan UMKM Desa
-
Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2.633.000/Gram
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Spanyol Sudah di Final, Siapa Kini Favorit Juara Piala Dunia 2026?
-
5 Cara Memilih Bedak yang Tepat untuk Kulit Kombinasi, Makeup Tetap Segar dan Bebas Cakey
-
Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel
-
Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari