Suara.com - Istilah mom shaming tentu bukan lagi menjadi hal baru bagi para ibu. Banyak orang tak sadar jika dirinya tengah melakukan mom shaming, karena beberapa tindakan merendahkan, mencela, ataupun menghakimi ibu tentang cara mengasuh dan keputusan yang diambil terkait anaknya.
Padahal, Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi menjelaskan bahwa mom shaming bisa memiliki dampak luar biasa bagi seorang ibu, terlebih saat mereka baru saja melalui persalinan dan tengah beradaptasi mengurus bayi yang baru saja dilahirkan.
Mom shaming sendiri, lanjut Grace, kerap terjadi karena adanya perbedaan pandangan terhadap cara asuh yang dianggap benar. Namun, saat disampaikan pada waktu dan kondisi yang tidak tepat, hal tersebut justru bisa menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi banyak ibu.
"Meskipun kerap terjadi secara online - di forum diskusi parenting contohnya - sebenarnya mom-shaming lebih rentan terjadi di lingkungan keluarga dan kerabat sendiri, interaksi umumnya lebih intens dan tak terhindari," jelas dia dalam peluncuran Hansaplast Plester Bekas Luka beberapa waktu lalu.
Mom-shaming tidak selalu hadir dalam bentuk komentar yang tidak menyenangkan, namun seringkali juga dari pertanyaan yang tidak sengaja telah menghakimi pilihan seorang ibu, misalnya "Kenapa tidak melahirkan normal?"
"Dengan adanya pertanyaan ini, yang tidak jarang disampaikan di timing yang kurang pas, saat ibu masih recovery, masih capek, beradaptasi sambil begadang sama bayinya, ya akhirnya jadi bikin ibu cemas dan tidak percaya diri," lanjut dia.
Selain itu, hal tersebut juga jadi bisa menguras emosi, yang berdampak pada kemampuan ibu dalam mengambil keputusan. Ibu jadi lebih ragu dan tidak yakin terhadap keputusan yang ia ambil untuk sang anak, sehingga pengasuhan dan perawatan tergadap bayi menjadi tidak optimal.
Untuk itu, seorang ibu baru sangat membutuhkan dukungan dari support system mereka dalam menjalani fase baru kehidupannya. Salah satunya adalah suami.
"Dukungannya sendiri bisa disesuakan dengan kebutuhan ibu saat itu. Misalnya sedang lelah secara fisik, kita kadang sensitif karena capek secara fisik. Jadi bisa bergantian menggendong, mengasuh anak, dan lainnya," tambah dia.
Baca Juga: Pasangan Suami Istri Bandar Sabu di Medan Terancam Hukuman Mati
Terkait emosi yang masih berantakan, ibu perlu menyediakan waktu untuk me time, tidak perlu lama-lama, misalnya bisa memiliki waktu untuk mandi dan makan dengan tenang, sehingga mereka bisa sedikit bernapas lega.
Saat keluarga atau orang sekitar mulai melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar, suami juga bisa memberi benteng untuk istri, dengan mengucapkan kata-kata yang lebih diplomatis, sehingga ibu tetap nyaman dan beradaptasi dengann baik dengan bayi. Yuk, Pak Suami, bisa, yuk, beri dukungan buat istri!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci