Suara.com - Desainer menyebut baju yang tiba-tiba menyusut terjadi karena kain stres. Apa maksudnya? Simak penjelasannya berikut ini.
Kondisi baju bisa tiba-tiba berubah seiring waktu. Bukan sekadar warnanya luntur, tapi juga bisa jadi bentuknya agak menyusut. Desainer mengungkap hal itu terjadi karena kain stres.
Desainer Firdaus Franklin menjelaskan, kebanyakan pakaian berasal dari tumbuhan. Seperti, katun dan serat yang berasal dari tumbuhan.
"Mereka juga makhluk hidup, bernyawa. Kita tidak boleh asal potong. Percaya gak percaya, karena mereka bisa stres," kata Firdaus dalam temu media secara virtual beberapa waktu lalu.
"Makanya pernah gak, beli baju tiba-tiba menyusut? Itu karena kainnya dipotong saat sedang stres," imbuhnya.
Oleh sebab itu, Firdaus menyarankan, sebelum memotong kain untuk dijadikan pakaian, sebaiknya kain dibentangkan dulu selama satu malam. Tujuannya, untuk mengistirahatkan kain. Hal itu pula yang selalu ia lakukan pada setiap pembuatan produk Franksland.
"Katun, serat itu kan dari tumbuhan. Diritual saya, di Franksland kain itu harus istirahat, harus tidur dulu sebeljm dipotong," ucapnya.
Selain memperlakukan kain sebagai makhluk hidup, Firdaus juga berusaha agar pembuatan baju yang dilakukannya meminimalkan mungkin menyisakan sampah. Diakuinya kalau industri fashion termasuk penyumbang kedua terbanyak untuk limbah produksi yang mencemari lingkungan.
"Kebetulan di fashion saya, kita punya etika maksimumnya tidak ada waste, tidak banyak bahan terbuang. Dan kita tidak pernah lakukan stok. Kalau pun ada sisa, dalam kondisi begini kita jadikan masker. Atau kain perca digabung-gabung dijadikan blanket," tuturnya.
Baca Juga: Rawat Kain Tradisional Agar Tetap Awet, Desainer Sarankan Cuci Pakai Sampo
Pemilihan bahan juga jadi pertimbangan. Produk Franksland sendiri, kata Firdaus, sebisa mungkin menghindari penggunaan bahan poliester.
"Dan di kita usahakan jangan pernah pakai poliester karena itu plastik. Plastik panas dan plastik tidak memua dengan gampang memuai. Itu yang bisa saya lakukan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Rugikan Industri Lokal, Purbaya Tarik BMTP Impor Kain Tenun Kapas hingga Rp 3.300 per Meter
-
Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Ubah Kain Perca hingga Fashion Premium
-
Kejutan Besar! Tex Saverio Pindah Haluan dari Gaun Couture ke Perhiasan Mewah, Ini Koleksi Debutnya
-
Bukan Sekadar Pajangan: Mengintip 'Galeri Seni Mini' Terbaru Pop Mart di Grand Indonesia
-
5 Tablet Murah Favorit Para Desainer, Desain di Canva 'Sat-set' dan Praktis
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Urutan Hair Care untuk Menghilangkan Uban Usia 40 Tahun ke Atas
-
Terpopuler: Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans hingga Sepatu Jalan Kaki Terbaik
-
Desa Snack: Saat Cerita Desa Menjadi Kekuatan Komunitas Online
-
Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!
-
5 Salep Apotek untuk Pudarkan Keloid, Cocok untuk Bekas Luka Pascaoperasi
-
3 Lipstik Viva Mulai Rp18 Ribuan untuk Wanita Usia 40-an, Bikin Wajah Tampak Awet Muda
-
3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Membantu Mengencangkan Kulit Usia 40 Tahun ke Atas
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
-
7 Rekomendasi Sampo Non SLS di Alfamart agar Rambut Halus Berkilau