Suara.com - Kerajaan Inggris tengah berduka karena Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada usia 96 tahun di Istana Balmoral, Skotlandia, pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat.
Kode London Bridge is Down pun berlaku. Newsweek menulis London Bridge is Down ini merupakan kode untuk mengabarkan Ratu Elizabeth II meninggal dunia. Nantinya sekretaris pribadi Ratu Elizabeth II akan memanggil peedana menteri untuk mengumumkan situasi tersebut.
Setelah diumumkan, berita wafatnya Ratu Elizabeth II akan dibagikan kepada negara-negara seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Belize, dan pulau-pulau Karibia Jamaika. Berita juga akan dibagikan ke negara-negara Persemakmuran lainnya.
Sementara Asosiasi Pers Inggris akan menjadikan media utama yang dapat digunakan seluruh dunia. Nantinya alarm darurat nasional juga akan dibunyikan. Logo BBC yang biasa berwarna merah akan berubah menjadi hitam sebagai tanda rasa duka.
Staf di Istana akan berpakaian hitam. Pada bagian luar Istana Buckingham London akan diumumkan kematian Ratu Elizabeth II dalam bentuk pesan yang juga dituliskan di situs kerajaan.
Bendera-bendera akan diturunkan setengah tiang serta lonceng akan dibunyikan di seluruh kota. Kondisi tersebut juga secara tidak resmi menandakan putra pertama Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles yang akan menjadi kepala negara.
Perjalanan Pangeran Charles
Pangeran Charles juga akan memberikan pidato pertamanya sebagai Raja pada malam kematian Ratu Elizabeth II. Jika dia meninggal di luar ibu kota Inggris, bendera akan dikibarkan pada pukul 11 pagi sehari setelah kematiannya. Hari tersebut juga bertepatan Pangeran Charles resmi menjadi raja.
Tidak hanya itu, Pangeran Charles akan melakukan perjalanan ke Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales untuk menghadiri kebaktian menghormati ibunya. Setelah itu, ia akan kembali ke London untuk persiapan pemakaman Ratu.
Baca Juga: Ratu Elizabeth II Mangkat, Tidak Semua Publik Dunia Berduka: Ada Juga yang Bergembira, Kok Bisa?
Prosesi pemakaman ratu
Setelah empat hati wafat, Ratu Elizabeth II akan disemayamkan selama empat hari menjelang pemakaman di Istana Buckingham. Pejabat hingga masyarakat diizinkan untuk memberi penghormatan kepada ratu untuk terakhir kalinya.
Pemakaman sendiri akan dilaksanakan pada hari kesembilan. Nantinya lonceng yang telah dilapisi perendam akan berdering. Sementara peti kematian diangkut ke Westminster Abbey, di mana pemakaman akan berlangsung dari jam 11 pagi. Masyarakat juga dapat menonton kebaktian secara keseluruhan melalui televisi.
Setelah kebaktian, ratu akan dipindahkan ke Kastil Windsor. Lokasi tersebut menjadi pemakaman yang bersanding dengan mendiang suaminya Pangeran Philip, dan ayahnya, Raja George VI.
Berita Terkait
-
Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap
-
Profil Pangeran Andrew, Gelar Pangerannya Dicabut Raja Charles III
-
Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan
-
Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut
-
Perusahaan Cadbury Dibuang dari Kerajaan Inggris, Apa Penyebabnya?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka
-
Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren
-
Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan
-
Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi
-
Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?
-
Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru
-
Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'
-
Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi
-
BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026
-
HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026