Lifestyle / Relationship
Kamis, 22 September 2022 | 11:08 WIB
Ilustrasi pasangan (Freepik.com)

"[Psikolog saya] menyarankan agar saya menyisihkan waktu enam bulan untuk diri sendiri, sebagai cara detoks dari kejadian masa lalu."

Becky, yang kini berusia 20 tahunan, memutuskan untuk berhenti berhubungan seks selama dua tahun.

"Sebelumnya, saya sering sekali melakukan one-night stand dan menikmati seks," katanya.

"Dan untuk saya, keputusan ini bukan hanya selibat seks atau soal fisik. Tapi juga selibat dalam perasaan dan hal-hal berbau romantis."

Seperti Caroline, alasan Becky menjadi selibat adalah karena pernah memiliki hubungan yang 'toxic'.

Awalnya, bagian tersulit baginya adalah menolak seks, tapi ia mengaku perlahan-lahan terbiasa.

Alasan memilih selibat

Secara tradisional, selibat berarti tidak berhubungan seks sebelum menikah,

Namun kini remaja mengartikannya sebagai keinginan untuk membangun hubungan tulus dengan pasangan mereka.

Di TikTok, banyak yang menyalahkan "kebudayaan hookup" sebagai alasan mereka tidak berhubungan seks.

Baca Juga: Terpopuler: Cara Berhubungan Seks di Usia 50 Tahun ke Atas Hingga Ibu Hamil Makan Mi Instan

Lauren Rosewarne, pakar gender dan seksualitas di University of Melbourne, mengatakan remaja seringkali kewalahan dengan adanya peluang berhubungan seks.

"Anda berdiri di depan banyak hidangan dan berpikir, 'Saya tidak bisa menentukan, saya pusing dan kewalahan'."

Tapi menurutnya terlalu banyak pilihan bukan satu-satunya alasan orang-orang menjadi selibat.

"Kita juga ingin menaikkan standar," katanya.

"Ada yang bilang, 'Saya tidak mau bersama orang yang tidak memuaskan saya secara seksual.'"

"Yang lain mengatakan, 'Saya tidak mau berhubungan seks cuma untuk berhubungan seks, saya mau seks yang penuh arti."

Maddie masih ingin berkencan meski sudah menjadi selibat, namun ia akan menjalaninya secara perlahan sembari menggali koneksi yang lebih dalam pasangannya.

"Saya menelaah ulang konsep pacaran dan bagaimana saya melakukannya, dan merasa belum mendapatkan apa yang saya cari darinya," katanya.

"Beberapa tahun terakhir saya merasa pertumbuhan diri saya signifikan."

"Saya berhasil fokus ke hal-hal yang sudah lama ingin saya lakukan, yang sempat disisihkan karena selalu mengutamakan pacar."

Apa keuntungan jadi selibat?

Menurut pelatih seks Georgia Grace, selibat bisa membantu orang-orang berhubungan dengan diri sendiri dan lebih "fokus pada hal-hal yang ingin mereka lakukan."

"Mereka menolak untuk pacaran, seks atau kencan. Ini berarti mereka bisa melakukan hal lain yang memang menyenangkan untuk mereka," katanya.

Tapi ia mengatakan meski selibat ada keuntungannya, penting untuk tidak menghina mereka yang menikmati seks.

"Karena seks adalah hal yang penting bagi banyak orang, sehingga mereka merasa lebih manusiawi."

Dr Rosewarne mengatakan selibat memang menjadi tren saat ini, tapi umurnya tidak akan panjang.

"Libido lebih besar dari sebuah hashtag di sosial media. Orang akan menjadi terangsang dan perlahan rasa terangsang akan mengalahkan hashtag manapun," katanya.

"Dan seks dengan pasangan baru akan menciptakan dinamika baru."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan ABC dalam bahasa Inggris

Load More