Suara.com - Sebagian besar wanita tentu pernah merasakan nyeri haid yang membuat sejumlah aktivitas terhambat.
Haid sendiri merupakan tanda pubertas seorang perempuan saat memasuki usia remaja menuju dewasa.
Umumnya, haid terjadi mulai dari 3,5 hingga 7 hari setiap bulan. Tak jarang beberapa wanita merasakan nyeri hebat di bagian perut ketika haid.
Tak melulu harus mengonsumsi obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit saat haid.
Berikut kami rangkum dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, lima kandungan pada makanan yang dinilai ampuh redakan sakit saat haid.
1. Vitamin D
Sebuah studi tahun 2015 dalam Reproductive Biology and Endocrinology menemukan bahwa kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan haid yang tidak teratur.
Menurut studi tahun 2018 di Ginekologi Endokrinologi menemukan bahwa vitamin D dapat membantu mengurangi keparahan sakit haid dan gejala PMS lainnya.
Vitamin D dapat ditemukan di beberapa makanan seperti di minyak ikan, susu, dan kuning telur.
Baca Juga: 65 Obat Sirup ini Juga Teruji Aman oleh BPOM
2. Zat Besi
Menurut National Institutes of Health, haid dapat menyebabkan anemia pada wanita, yang dapat menyebabkan kelelahan, dan perubahan suasana hati.
Makan makanan yang tinggi dapat ditemukan di kacang-kacangan, daging sapi, cokelat hitam, domba, sayuran hijau, biji bunga matahari, dan tahu.
3. Magnesium
Penelitian menunjukkan bahwa magnesium membantu meringankan gejala PMS seperti sakit kepala dan kram.
Makanan dengan kandungan magnesium dapat ditemukan di alpukat, pisang, kacang-kacangan, cokelat hitam, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan yogurt.
4. Serat
Makan makanan yang tinggi serat dapat membantu melancarkan saluran pencernaan. Makan banyak serat selama periode haid juga bisa membantu haid lebih teratur.
Kandungan serat dapat ditemukan di almond, apel, kacang-kacangan, kesemek, ubi jalar, dan biji-bijian.
5. Kalsium
Penelitian menunjukkan kalsium dapat mengurangi kembung serta retensi air dan menenangkan perubahan suasana hati terkait PMS.
Makanan tinggi kalsium dapat ditemukan di produk susu seperti susu, yogurt, dan keju serta sumber nabati tertentu, termasuk almond, bok choy, brokoli, dan sayuran hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tren Parfum Makin Naik, Wangi Kini Bisa Dimulai dari Merawat Pakaian
-
Kapan Zakat Mal Wajib Dibayarkan? Ini Ketentuannya
-
Tukar Uang Sebaiknya Hari Apa? Ini Jadwal dan Trik Terbaiknya
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru 2026 di Palembang, Catat Jadwalnya!
-
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
-
Daftar Tempat Penukaran Uang Baru di Karawang untuk Lebaran 2026, Ini Jadwalnya
-
Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
Kapan Gaji ke-14 ASN Cair? Simak Jadwal serta Besarannya
-
20 Contoh Undangan Buka Puasa Bersama Via WA, Formal dan Informal