Suara.com - Aktor Rizal Djibran diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada istrinya, Maesarah Nurzaka, hingga wanita berhijab itu memutuskan bercerai. Lalu, apa alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive?
Dalam kasus Sarah, ia mengatakan bertahan karena keluarga. Desakan mertua dan perasaan orang tua yang membuatnya mengurungkan niat untuk berpisah. Padahal, Rizal Djibran sudah berlaku kasar sejak sebulan menikah.
Lalu, hal apa yang membuat para korban mempertahankan hubungan meskipun sangat menyiksa? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Alasan Korban KDRT Bertahan dalam Hubungan Abusive
1. Ancaman
Umumnya, pelaku KDRT akan mengancam korban agar hubungan mereka tak berakhir begitu saja. Mereka bisa saja mengancam menyakiti, meneror korban hingga membunuh. Ada pula pelaku yang melakukan ancaman bunuh diri.
Hal ini dilakukan agar korban tak meninggalkannya atau mencari bantuan untuk keluar dari hubungan yang tak sehat ini. Ancaman ini biasanya membuat korban takut sehingga tak bisa berpikir jernih.
2. Khawatir masa depan anak
Hal lain yang membuat korban bertahan dalam hubungan abusive adalah anak. Khawatir akan masa depan anak, mereka bertahan dengan harapan kesabaran bisa membawa mereka pada akhir yang bahagia.
Baca Juga: Apa Itu Twin Flame? Ini 4 Tanda Kamu Sudah Menemukannya dalam Hubungan Asmara
3. Merasa malu
Banyak orang menganggap pernikahan yang langgeng adalah sebuah goals dan perceraian menjadi aib bagi keluarga. Inilah mengapa sebagian korban KDRT akan bertahan karena malu.
Jika hal ini terjadi, mereka tak hanya malu karena pasangannya ketahuan sering berbuat kasar. Sebaliknya, rasa malu terbesar justru datang dari gagalnya membina rumah tangga.
4. Depresi
Korban KDRT umumnya akan merasa depresi dan hal ini membuat posisinya semakin lemah. Lemah di sini dalam artian tak bisa membela diri atau mencari perlindungan, bahkan ke keluarganya sendiri.
Depresi juga bisa datang dari perlakuan pelaku KDRT yang mengintimidasi korban. Mereka dikekang sehingga semakin terisolasi dan kesulitan mengakses bantuan. Ini adalah salah satu alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
-
FTSE Segera Umumkan Klasifikasi, IHSG Ditutup Terkoreksi
Terkini
-
Bukan Sekadar Perilaku Individu, Ini Masalah Sistem di Balik Krisis Sampah
-
Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini 6 Rekomendasi Terbaik yang Ramah di Kantong
-
Paragon Resmikan Empties Station di Halte CSW, Dorong Pengelolaan Sampah Kosmetik Berkelanjutan
-
Apa Arti Nama Lora? Ini Sosok Lora Mamak yang Resmi Persunting Inayah Wahid
-
4 Shio Paling Beruntung pada 8 April 2026: Siap-Siap Banjir Rezeki dan Kemakmuran
-
5 Two Way Cake untuk Samarkan Noda dan Flek Hitam, Makeup Flawless Seharian
-
5 Parfum yang Cocok untuk Introvert, Aroma Kalem tapi Memikat
-
5 Pilihan Sunscreen Azarine Terbaik untuk Flek Hitam di Wajah
-
Air Bersih Berkelanjutan Jadi Kunci Hidup Sehat: Lebih Aman untuk Masa Depan
-
Pakai Lulur Sebelum atau Setelah Mandi? Ini Urutan yang Benar agar Hasil Maksimal