- Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di kota Qom sejak Selasa (7/4/2026).
- Laporan intelijen Amerika dan Israel menyebutkan Mojtaba tidak sadarkan diri, sehingga memicu ketidakpastian serta spekulasi kekosongan kekuasaan di Iran.
- Kondisi Mojtaba dan penundaan pemakaman Ali Khamenei di Qom memperumit stabilitas politik serta transisi kepemimpinan di tengah situasi perang.
Suara.com - Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dilaporkan dalam kondisi kesehatan kritis dan tak sadarkan diri.
The Times, media yang berbasis di Inggris, melaporkan hal itu merujuk pada memo diplomatik yang disusun berdasarkan data intelijen Amerika Serikat dan Israel.
"Mojtaba Khamenei dalam kondisi tidak berdaya. Dia dirawat intensif di kota suci Syiah, Qom," tertulis dalam dokumen tersebut, dikutip hari Selasa (7/4/2026).
Kabar ini mengejutkan publik internasional, mengingat Mojtaba baru saja ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang gugur akibat serangan agresi AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Sejak ditunjuk sebagai ayatollah baru, keberadaan dan kondisi kesehatan Mojtaba terus diselimuti misteri. Memo tersebut mengklaim bahwa kondisi sang pemimpin sangat parah hingga ia kehilangan kesadaran.
Menurut isi dokumen tersebut, kondisi fisik Mojtaba telah "membuatnya tidak dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan rezim", meskipun hingga saat ini klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Ketidakpastian di Tengah Kecamuk Perang
Laporan ini pertama kali muncul ke permukaan setelah memo diplomatik tersebut dibagikan kepada sekutu-sekutu di Teluk.
Dokumen ini menjadi catatan pertama yang secara spesifik menyebutkan lokasi keberadaan Mojtaba Khamenei, sejak ia mengambil alih kekuasaan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang
Ketidakhadirannya dari pandangan publik di tengah situasi perang yang sedang berlangsung, memicu spekulasi luas mengenai siapa sebenarnya yang menjalankan roda pemerintahan di Teheran.
Pihak berwenang Iran memang bersikeras Mojtaba tetap memegang kendali penuh. Namun, absennya bukti visual maupun audio yang menunjukkan dirinya sedang bertugas memperkuat dugaan adanya kekosongan kekuasaan.
"Dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei telah disiarkan di televisi pemerintah Iran sejak perang dimulai, tetapi tidak ada audio atau video dirinya berbicara secara langsung yang dirilis," tulis laporan tersebut.
Ketiadaan bukti autentik ini, memberikan ruang bagi kelompok oposisi untuk menyebarkan klaim bahwa sang pemimpin dalam kondisi kritis.
Jika Mojtaba benar-benar tidak mampu memerintah dalam jangka waktu yang lama, banyak analis memprediksi bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan mengambil alih kendali secara de facto atas negara tersebut.
Teka-teki Pemakaman Ali Khamenei dan Peran Kota Qom
Berita Terkait
-
Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang
-
Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?
-
Trump Ingin AS Pungut Tarif Kapal di Selat Hormuz, Geser Dominasi Iran di Jalur Minyak Dunia
-
Donald Trump Terancam Jadi Penjahat Perang Jika Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ahli Hukum Sebut Berpotensi Kejahatan Perang
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!