Suara.com - Drama yang berlangsung antara keluarga Kerajaan Inggris dan Pangeran Harry beserta Meghan Markle memasuki babak baru. Pasangan itu baru saja 'diusir' oleh Raja Charles dari kediaman mereka saat masih berstatus bangsawan di Frogmore Cottage, Inggris.
Raja Charles telah membuat keputusan untuk mengeluarkan pasangan tersebut dari rumah tersebut, setelah keduanya pindah ke Amerika Serikat.
Harry dan Meghan pun dikabarkan sangat marah dengan pengusiran tersebut. Meski begitu, keduanya tetap memasang wajah berani saat tampil di tempat publik di sebuah klub eksklusif di Los Angeles, Amerika Serikat.
Berbagai foto menunjukkan petugas keamanan yang mengantar Harry dan Meghan ke acara tersebut setelah meninggalkan kendaraan mereka.
Tak lama setelah kabar pengusiran di Inggris, The Daily Mail melaporkan bahwa Harry dan Meghan telah terlihat bertemu teman-teman mereka di acara yang diadakan di klub Bungalows.
Dituliskan kalau acara itu jadi ajang 'hiburan' bagi pasangan tersebut pasca diusir dari Frogmore Cottage oleh ayah mereka sendiri.
Rumah Frogmore Cottage memang menjadi satu-satunya tempat tinggal pasangan itu di Inggris Raya. Tetapi setelah keduanya memutuskan keluar sebagai anggota kerajaan senior, Raja Charles memberi mereka tenggat waktu untuk keluar.
"Sepertinya keluarga ingin memotong mereka dari tatanan kerajaan untuk selamanya," kata seorang Royal Insider kepada Daily Mail.
Harry dan Meghan memiliki waktu hingga awal musim panas untuk berlibur. Awalnya mereka diberi waktu hanya beberapa minggu. Namun, sekarang setidaknya sampai setelah penobatan Raja Charles dilakukan pada 6 Mei mendatang.
Baca Juga: Raja Charles 'Usir' Pangeran Harry dan Meghan Markle dari Inggris
Rumah Frogmore Cottage itu bahkan kabarnya akan ditawarkan untuk adik Raja Charles, Panheran Andrew.
Keluarga Sussex sekarang juga sedang menyusun rencana untuk mengirimkan barang-barang Harry dan Meghan yang tersisa ke Amerika Serikat, termasuk lima buah tempat tidur, dan akan mengirimkan semuanya ke Montecito, California.
Langkah tersebut dilakukan mengikuti tuduhan yang memberatkan dari Pangeran Harry dan Meghan Markle tentang para bangsawan Inggris. Kondisi itu disebut mempersempit peluang mereka bisa hadir dan diundang pada acara penobatan Raja Charles pada 6 Mei 2023 mendatang di Westminster Abbey.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda