Suara.com - PT Timah Tbk (TINS) kini sedang menjadi sorotan publik karena terkuaknya kasus dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan selama 2015-2022. Setidaknya ada 3 mantan Direksi TINS ikut terseret menjadi tersangka dalam kasus ini.
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan 16 tersangka dalam dugaan kasus korupsi IUP Timah ini, termasuk crazy rich PIK Helena Lim dan Harvey Moeis suami aktris Sandra Dewi yang banyak disorot. Skandal kasus korupsi ini membuat negara mengalami kerugian mencapai Rp 271 triliun. Kerugian ini juga termasuk kerusakan alam akibat penambangan.
Lantas bagaimana penampakan tambang timah yang membuat negara mengalami kerugian sampai Rp 271 triliun itu? Simak penjelasan berikut ini.
Sekilas Tentang PT Timah Tbk
Dikutip dari website resminya, PT Timah Tbk memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) di darat dan lepas pantai Bangka, Belitung, dan Pulau Kundur seluas 473.310 hektar
PT Timah merupakan produsen timah logam dengan standar dan kualitas tinggi. Bisnis utamanya adalah penambangan bijih timah dan produksi logam timah.
Perusahaan melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi timah secara menyeluruh baik di darat maupun di laut. Hal itu termasuk pengolahan dan distribusi secara terintegrasi melalui sinergi berbagai anak usaha.
PT Timah sebagai Perusahaan Perseroan didirikan pada 2 Agustus 1976. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan timah dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 1995.
Perusahaan ini berdomisili di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, serta Cilegon, Banten.
Penampakan Kondisi Tambang Timah di Bangka Belitung
Bangka Belitung sebagai daerah penghasil timah di Indonesia di mana PT Timah juga menambang timah dari wilayah itu, saat ini kondisinya disebut dalam kondisi memprihatinkan.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Rieke Diah Pitaloka, Desak Kejagung Cekal Keluarga Koruptor Timah
Hal itu pernah diungkap oleh Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Pati Jaya. Dia menyebut kondisi salah satu wilayah di Pulau Sumatera, yakni Bangka Belitung, khususnya di Belitung Timur, saat ini seperti kota mati.
Bambang mengatakan perekonomian di Bangka Belitung, khususnya Belitung Timur saat ini tengah terpuruk, terutama selama 1-2 bulan lalu. Hal ini dipicu karena terhambatnya kegiatan pertambangan timah rakyat di wilayah tersebut.
"Pada saat ini terpuruk ekonomi Bangka Belitung, bukan 1-2 minggu, tapi 1-2 bulan," ungkap Bambang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM dan PT Timah belum lama ini.
"Sunyi senyap. Jadi kalau dibilang Beltim (Belitung Timur) kayak kota mati itu benar," sambungnya.
Tidak hanya itu, Bambang juga mengatakan perekonomian di Bangka Belitung saat ini terpuruk bahkan pada awal tahun 2024 ini ekspor timah menjadi 0.
"Sekarang ini ekonomi Babel terjun bebas dari Desember 2023 hingga Januari 2024. Ekspor timah juga 0, dia berkontribusi 82 persen ekspor Babel jadi anjlok," ujar dia.
Berita Terkait
-
Acungkan Jempol Sebelum Diperiksa Kasus Korupsi Harvey Moeis, Sandra Dewi: Doain Ya
-
Profil Ahmad Dani Virsal Bos PT Timah Dicecar DPR, Bantah Terlibat Korupsi Rp271 T
-
Riwayat Pendidikan Rieke Diah Pitaloka, Desak Kejagung Cekal Keluarga Koruptor Timah
-
Beda Rumah Sandra Dewi Sebelum dan Setelah Dinikahi Harvey Moeis, Bak Cinderella Pindah Istana?
-
Dituding Jadi Penikmat Saham Harvey Moeis, Najwa Shihab: Itu Dusta!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota