Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa pihaknya tak lagi menamakan kelompok bersenjata yang mendorong Papua merdeka sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun kembali lagi disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Adapun alasannya yaitu karena mereka menamakan dirinya sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Masyarakat mengenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Kelompok Kriminal Bersenjata atau disebut dengan KKB Papua sebagai pelaku aksi separatis di Papua.
Namun, tak sedikit masyarakat yang kebingungan untuk mengenali apakah OPM dan KKB Papua adalah kelompok yang sama, atau justru berbeda.
Pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok separatis di Papua juga memang kerap dikaitkan dengan keberadaan mereka.
Hal tersebut karena teror yang dilakukan oleh kelompok tersebut sudah menimbulkan banyak korban baik itu dari penduduk sipil ataupun militer.
Lantas, seperti apakah perbedaan istilah KKB dan OPM? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Perbedaan KKB dan OPM
OPM dan KKB Papua sendiri merupakan dua istilah yang berbeda.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan istilah umum untuk gerakan pro-kemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.
Muncul juga sebuah kelompok yang bernama Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).
Kemudian, oleh TNI, TPN-OPM ini juga disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB).
Sebagai gerakan separatis, OPM sendiri sering dicap sebagai organisasi yang gemar melakukan aksi kekerasan. Oleh karenanya, istilah OPM kemudian diganti menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan maksud jika ada salah satu kelompok KKB Papua yang tertangkap, mereka akan langsung ditahan dengan alasan kriminalitas.
Lebih lanjut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar menyebut bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris.
Ia menyebut bahwa KKB Papua sudah banyak memberikan kerugian terhadap masyarakat dengan tindakannya, seperti melakukan pembunuhan, dan merusak fasilitas masyarakat.
Berita Terkait
-
Danramil Aradide Tewas dengan Luka Sabetan di Belakang Kepala, Diduga Dibunuh OPM Pimpinan Matias Gobay
-
Viral Pria Cekcok di Jalan Tol Pakai Mobil Plat TNI Kadaluarsa, Ngaku Anggota TNI dan Punya Adik Jenderal
-
Viral Video Anggota TNI Diam-Diam Foto Penumpang Kereta Perempuan: Ngerasa Ganteng Lu Halo Dek Berseragam?
-
Alasan Panglima TNI Soal KKB Papua Kembali Disebut OPM: Tak Ada Negara Dalam Negara
-
KKB di Papua Kembali Disebut OPM, Panglima TNI Bongkar Alasannya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim