Suara.com - Kuasa Hukum Kubu AMIN mengaku menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024. MK dalam keputusannya menolak gugatan baik yang dimohonkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar maupun Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Pada awak media, kuasa hukum 01 mengaku mengapresiasi keputusan MK terutama 3 hakim yang mengajukan dissenting opnion.
"Tadi kami hampir down, tapi ada tiga hakim konstitusi yang luar biasa," kata Refly Harun, salah satu Tim Hukm AMIN usai sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat pada Senin, 22 April 2024.
Refly Harun lebih lanjut menyatakan pihaknya tak merasa kalah sama sekali. Pasalnya hampir setiap gugatan mereka dibahas bahkan disetujii hakim.
"Alhamdulilah sebenarnya tim hukum 01 tidak kalah dengan 02, justru kami menang semua dalil yang mereka ajukan ditolak," kata Refly Harun.
"Cuma kita dikalahkan sama lima hakim konstitusi saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama Bambang Widjojanto juga menyatakan hal yang sama. Ia bahkan menyebut dengan putusan MK ini, maka segera tiba masa kegelapan.
"Palu emas yang harus diputuskan tak terjadi seperti yang Mbak Megawati harapkan, yang terjadi palu godam, sehingga habis gelap terbirlah terang belum terjadi. Selamat datang kegelapan dan Insya Allah umur panjang perjuangan," ungkap Bambang.
Baca Juga: Bangga Walau Anies Keok di MK, Refly Harun: Dalil Penggunan Bansos Menangkan 02 Terbukti
Berita Terkait
-
Beda Sikap Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud Usai Putusan MK: Tak Merasa Kalah vs Legawa
-
3 Hakim Dissenting Opinion Putusan Sengketa Pilpres, Refly Harun: Sejarah Luar Biasa Bagi Republik Ini
-
Sambangi Partai Politik Pengusungnya Usai Putusan MK, Anies: Tugas Sudah Dijalankan
-
Sosok 3 Hakim Konstitusi yang Sampaikan Dissenting Opinion, Dipuji Kubu AMIN Penyelamat Demokrasi
-
Tim Ganjar-Mahfud Sebut Kemenangan Prabowo-Gibran Tidak Absolut, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN