Suara.com - Ustaz Felix Siauw dikenal sebagai salah satu pendakwah andalan anak muda karena gaya ceramahnya yang terkesan gaul dan mudah dimengerti. Dibalik keilmuannya yang luas tentang agama Islam, rupanya perjalanan spiritual ustaz Felix cukup berliku.
Pria asal Palembang itu punya latar belakang sebagai seorang mualaf, yang sebelumnya dia meyakini agama Katolik mengikuti ibu dan ayahnya. Sebelum yakin untuk menjadi seorang muslim, ustaz Felix mengaku dirinya pernah ateis serta agnostik ketika masa remaja.
"Saya SMP kelas 2 gara-gara main game jadi ateis. Jadi game saya kayak final fantasy, xenogears, dan segala macam, PS 1 lah, itu jadi ateis," ungkap ustaz Felix dikutip dari cuplikan podcast bersama dr. Richard yang dibagikan ulang akun TikTok @riski2st.
Keyakinan tidak percaya Tuhan yang dianut ustaz Felix terjadi selama satu tahun. Begitu naik kelas 3 SMP, dia mulai belajar pelajaran biologi dan fisika yang menyadarinya kalau bumi dan langit pasti ada yang menciptakan.
"Karena saya belajar biologi, fisika, saya menyadari gak mungkin Tuhan gak ada. Tuhan pasti ada. Awalnya kan bilang Tuhan gak ada, lalu bilang fisika, gak mungkin Tuhan gak ada. Rumit banget kalau Tuhan gak ada," tuturnya.
Meski telah yakin kalau Tuhan pasti ada, Felix yang saat itu masih kelas 3 SMP tidak mau memiliki agama. Alasannya, dia merasa semua agama sama saja dan tidak benar. Pemikiran itu dia dapatkan lantaran melihat kebanyakan umat beragama yang sifatnya tidak baik.
Sehingga dia berpikir kalau agama hanya sebagai topeng untuk menutupi kelakuan buruk dari manusia tersebut. Hingga akhirnya Felix kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), dia pun mulai mendapatkan pemahaman berbeda tentang agama dan umat beragama.
"Setelah saya masuk ke IPB, ternyata apa pun yang saya lihat tadi, saya baru ngerti ada beda antara muslim dan Islam. Dan bedanya gak kecil, bedanya jauh," ujarnya.
Dia baru menyadari kalau orang yang beragama tidak berarti mencerminkan dari agama itu sendiri. Sebab, ajaran agamanya tidak dijalankan.
Baca Juga: Tak Patok Tarif Ceramah, Segini Jumlah Kekayaan Ustaz Adi Hidayat yang Dikafirkan gegara Musik
"Contoh, ternyata waktu aaya masuk Islam ketika itu gak semua orang muslim itu salat. Padahalkan salat itu Islam. Pada saat dia salat, kita tanya lagi, dia ngerti gak surat Al Fatihah artinya apa. Kalau sudah ngerti kita tanya lagi, dia sudah baca tafsirnya seberapa banyak. Itu yang membuat muslim tidak merepresentatifkan Islam," tutur Ustad Felix.
Keputusan menjadi mualaf dilakukan Felix Siauw ketika tahun 2002. Saat itu dia masih menjadi mahasiswa semester 3 di ITB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda
-
Kulit Perih dan Merah Akibat Sunburn? Ini 4 Rekomendasi Toner Penyejuk yang Wajib Dicoba
-
Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia
-
Apa Jenis Bedak yang Cocok untuk Kondangan? Cek 5 Rekomendasi Produk Berikut
-
13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Dibatalkan 28 April 2026, Imbas Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo
-
4 Sepatu Puma Palermo Termurah di Website Resmi, Paling Worth It 2026
-
Terpopuler: Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap, Pilihan Cushion Tahan Keringat
-
4 Shio Paling Hoki 28 April 2026, Keberuntungannya Tak Terbendung
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita