Suara.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep baru-baru ini mengungkapkan keputusannya naik pesawat jet pribadi atau private jet saat ke Amerika Serikat (AS) hanya 'nebeng' teman. Akan tetapi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan teman Kaesang tidak ikut dalam private jet tersebut. Atas kejadian ini, etika nebeng dengan teman pun jadi pembahasan menarik.
Pengakuan Putra bungsu Presiden Joko Widodo terkait nebeng teman saat ke AS itu diungkap ketika memberikan klarifikasi ke KPK. Adapun Kaesang memberi klarifikasi terkait laporan pengaduan masyarakat yang tengah di proses oleh Direktorat Penerimaan Layanan Pengaduan Masyarakat, KPK.
Sebelumnya, Kaesang dilaporkan atas dugaan penerimaan gratifikasi berupa fasilitas mewah pesawat jet pribadi yang dipergunakan melakukan perjalanan ke Negeri Paman Sam bersama istrinya Erina Gudono.
Kaesang menambahkan bahwa kehadirannya di KPK adalah sebagai warga negara yang berinisiatif untuk memberikan klarifikasi, bukan sebagai penyelenggara negara atau pejabat. Saat ditanya mengenai identitas pemilik jet pribadi tersebut, Kaesang tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan segera meninggalkan Gedung KPK.
Apa Itu Nebeng?
Nebeng adalah kata dari bahasa gaul yang digunakan dalam konteks informal dan keadaan santai. Umumnya, nebeng digunakan untuk merujuk pada kegiatan menumpang atau ikut pada konteks tertentu.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nebeng memiliki arti ikut serta dalam suatu aktivitas tanpa harus membayar atau memberikan kontribusi apapun. Mengenai konteks ini, nebeng kerap kali digunakan saat seseorang ingin menumpang atau ikut serta dalam suatu kegiatan seperti makan, naik kendaraan, maupum aktivitas lainnya tanpa harud mengeluarkan biaya tambahan.
Etika Nebeng Teman
Sebelum memutuskan nebeng, penting untuk memperhatikan konteks dan hubungan sosial. Sebab kata ini dapat digunakan lebih tepat dalam suasana yang akrab dan tidak terlalu formal.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Komersial Jakarta-LA: Lebih Mahal dari Jet Pribadi yang Ditebengi Kaesang?
Tak hanya itu, ada beberapa etika yang harus diperhatikan ketika akan nebeng agar kemudian tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Berikut ini etika saat nebeng teman yang perlu dipergatikan:
1. Tanyakan Terlebih Dahulu
Sebelum kamu memutuskan untuk menumpang baik menumpang kendaaran atau di tempat temanmu, sangat penting untuk bertanya terlebih dahulu apa dia bersedia. Hal ini membantu memastikan bahwa temanmu tidak keberatan atau sedang memiliki agenda lain yang sudah disusun sebelumnya.
Usahakan jangan langsung mengajukan permintaan untuk nebeng tanpa memastikan ketersediaannya terlebih dahulu. Sebab hal ini dapat mengganggu rencana mereka.
2. Bersikap Sopan
Sikap sopan sangatlah penting saat kamu ingin menumpang orang lain. Bahkan jika kamu memang sangat akrab dengan teman, tetaplah bersikap sopan dan hormat. Jangan bertindak seolah-olah kendaraan atau rumah tersebut adalah rumahmu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota