Suara.com - Raffi Ahmad memperoleh gelar doktor Honoris Causa dari Universal Institute of Professional Management (UIPM), Thailand. Hal itu menjadi sorotan publik, kebanyakan bertanya-tanya apakah gelar honoris causa bisa diminta?
Gelar doktor kehormatan yang diberikan kepada Raffi Ahmad berkaitan dengan prestasinya di bidang Event Management and Global Digital Development. Gelar tersebut merupakan sebuah apresiasi untuk Raffi Ahmad karena sudah berkontribusi selama puluhan tahun dalam pengembangan industri hiburan konvensional, offline, serta digital Indonesia.
Raffi Ahmad menyatakan akan membantu menciptakan lingkungan di mana orang-orang bisa menyumbangkan bakat uniknya di dunia hiburan serta menciptakan pengalaman yang membawa kebahagiaan bagi orang lain. Raffi juga menegaskan bahwa ia bersama tim akan terus membantu memotivasi orang-orang dalam mengejar impian mereka.
Akan tetapi, publik penasaran apakah gelar honoris causa bisa diminta atau dibeli?
Pengertian Gelar Honoris Causa
Sebelum mencari tahu jawaban atas pertanyaan apakah gelar honoris causa bisa diminta, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu gelar honoris causa. Seperti yang ditulis oleh Raffi Ahmad di caption instagramnya bahwa gelar honoris causa atau gelar kehormatan merupakan sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa perlu mengikuti atau lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan tersebut.
Meski ada sejumlah orang yang bertanya-tanya apakah gelar honoris causa bisa diminta, ada banyak followernya yang bangga dengan pencapaianya. Bahkan Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat pun ikut memberikan komentar. Ia mengucapkan selamat dan berharap Raffi Ahmad dapat terus berkarya di bidang entertainment.
Gelar Honoris Causa, bisakah diminta?
Agar bisa menjawab pertanyaan apakah gelar honoris causa bisa diminta kita harus mengetahui peraturan pemberiannya terlebih dahulu. Di Indonesia, pemberian gelar terkait gelar doktor kehormatan atau honoris causa termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti).
Baca Juga: Bisnis Gilang Juragan 99, Diduga Juga Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari UIPM
Menurut PP nomor 43 tahun 1980, gelar honoris causa merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap berjasa/berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Penerima gelar honoris causa berhak mencantumkan gelar yang disingkat Dr. H.C di depan namanya.
Tata cara pemberian doctor honoris causa berdasarkan Permenristekdikti Nomor 65 tahun 2016, menyebutkan bahwa pemberian honoris causa pada seseorang dapat diusulkan. Prosedur pengusulan, pemberian, dan penggunaan gelar doktor honoris causa diatur oleh menteri. Beriut ini aturan dan juga tata cara pemberian gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa di Indonesia:
- Perguruan tinggi yang berhak memberikan gelar doktor honoris causa hanya yang menyelenggarakan program doktor yang terkait dengan jasa atau karya calon penerima gelar tersebut.
- Calon penerima gelar doktor honoris causa harus telah dapat menunjukkan jasa atau karya yang bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.
- Tata cara dan syarat pemberian gelar doktor honoris causa diatur oleh masing-masing perguruan tinggi.
- Menteri dapat mencabut gelar honoris causa apabila penerima tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenristekdikti.
Dalam pasal 2 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 tahun 1980 tentang Pemberian Gelar DOktor Kehormatan, menyatakan gelar honoris causa dapat diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA).
Demikian itu penjelasan apakah gelar honoris causa bisa diminta. Jika mencermati penjelasan PP mengenai pemberian gelar honoris causa, gelar tersebut tampaknya bisa diminta melalui jalur pengajuan. Jadi, jika ada sekelompok orang mengajukan nama seseorang mendapatkan gelar honoris causa ke universitas tertentu yang memiliki hak untuk memberikan galar honoris causa, maka orang yang ditunjuk oleh sekelompok orang tersebut berpeluang besar memperoleh gelar honoris causa.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Timothy Ronald Kupas Cara Raditya Dika Mengelola Investasi demi Kebebasan Finansial
-
6 Lipstik Matte yang Minim Transfer dan Ringan di Bibir, Murah Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Rekomendasi Dehumidifier untuk Serap Kelembapan, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
3 Zodiak yang Hidupnya Makin Lancar Setelah 12 Januari 2026
-
Seni Olfaktori: Mengunci Mood Lewat Aroma Dessert yang Bisa Dimakan
-
5 Shio Paling Hoki pada 12-18 Januari 2026, Pintu Rezeki Terbuka Lebar
-
Terpopuler: Alasan Aurelie Moeremans Gratiskan Buku Broken Strings hingga Bahaya Child Grooming
-
6 Shio Paling Beruntung 12 Januari 2026, Awal Pekan Panen Hoki
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis