Suara.com - Tunjangan anggota DPR RI baru-baru ini menjadi sorotan tajam di X. Tunjangan yang dimaksud adalah bantuan listrik dan telepon yang diterima wakil rakyat setiap bulan.
Bantuan listrik dan teleppn anggota DPR RI ini tertuang dalam Surat Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015. Tunjangan juga sesuai dengan aturan di Surat Edaran Setjen DPR RI No.KU.00/9414/DPR RI/XII/2010.
Dalam kedua aturan itu, anggota DPR RI bakal mendapatkan bantuan listri dan telepon sebesar Rp7.700.000 per bulan. Nominal ini akan diberikan sama rata untuk semua anggota, wakil ketum umum, dan ketua umum DPR RI.
Bantuan listrik dan telepon jauh lebih besar ketimbang gaji bulanan yang diterima anggota DPR RI. Pasalnya, gaji wakil rakyat itu sebesar Rp4,2 juta per bulan.
Sedangkan wakil ketum DPR akan diberi gaji Rp4,6 juta. Kemudian ketum DPR mendapatkan gaji sebesar Rp5 juta setiap bulan.
Gaji dan bantuan listrik itu belum termasuk tunjangan lainnya. Anggota DPR RI diberi jatah tunjangan sebesar Rp39.901.903 setiap bulan.
Jika ditotal, mereka berhak mendapatkan gaji senilai Rp51.801.903 atau Rp51 juta setiap bulannya. Gaji puluhan juta ini diberikan ke anggota DPR yang satu kali periode jabatannya adalah 5 tahun.
Artinya dalam waktu 5 tahun, satu anggota DPR akan mendapatkan gaji Rp3,1 miliar dari rakyat. Jumlah fantastis ini langsung menjadi sorotan.
Warganet paling banyak menyoroti bantuan listrik dan telepon yang dinilai tidak masuk akal. Warganet membandingkannya dengan gaji guru dan tenaga kesehatan yang dinilai tidak layak.
Baca Juga: Cerita Cucun Ahmad Syamsurijal Tempati Rumah Dinas DPR, Banyak Rayap Dan Tikus
"DPR dapat bantuan listrik dan telepon, tapi kalau guru sama nakes disuruh ikhlas mengabdi buat negara. Mana bantuannya 3 kali UMR Jogja juga masi gedean bantuannya," kecam warganet.
"Mereka gak mampu kah bayar listrik sendiri? Kita aja bayar sendiri," kritik wargnaet.
"Harusnya mereka juga ikhlas mengabdi buat negara, kan emang kerjaannya jadi wakil rakyat," sindir warganet.
"DPR fee satu bulannya Rp50 juta lebih, sedangkan guru honorer masih sangat banyak yang gajinya di bawah Rp500 ribu per bulannya. Bahkan ada yang habis ngajar harus ngumpulin botol bekas buat tambahan mencukupi makan keluarganya. Miris sekali," kritik warganet.
"Meanwhile di Banyuwangi guru masih ada yg digaji Rp200 ribu/bulan. Mau nabung 3 tahun juga tetep gedean tunjangan listrik anggota DPR/bulan," cerita warganet.
"Padahal yang lebih menolong tuh dokter dan tenaga pengajar," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Cerita Cucun Ahmad Syamsurijal Tempati Rumah Dinas DPR, Banyak Rayap Dan Tikus
-
Hakim Ngotot Naik Gaji: Sistem Pengupahan Nasional Harus Diatur Secara Adil!
-
Protes Gaji Gak Naik-naik! Pakar Sebut Tunjangan Hakim Harusnya Dilihat dari Kinerja Adili Kasus, Bukan...
-
Tuntut Kesejahteraan, Gaji Para Hakim Mestinya Naik 50 Persen, Begini Penjelasannya!
-
DPR dan Presiden Terpilih Komitmen Sejahterakan Hakim se-Indonesia
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen