Gus Miftah, pemilik Pondok Pesantren Ora Aji sekaligus pendakwah, beberapa waktu yang lalu sempat viral dan menuai kritikan netizen usai dirinya dianggap mengolok-olok seorang penjual es teh keliling.
Usai video tersebut viral, sosok Gus Miftah pun banyak dicari oleh publik, termasuk informasi mengenai pondok pesantren miliknya. Berikut adalah informasi mengenai pondok pesantren Ora Aji milik Gus Miftah.
Profil Pondok Pesantren Ora Aji
Pondok Pesantren Ora Aji ini beralamat di di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Ponpes ini didirikan pada tahun 2011 yang lalu dengan bangunan yang masih sederhana. Baru pada tahun 2015, Gus Miftah mulai mendirikan masjid dan asrama dan kegiatan tinggal di pondok mulai dapat dilaksanakan.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @ponpesoraaji, pondok pesantren ini tidak hanya mengajarkan tentang ilmu agama, tetapi juga mengajarkan kemampuan termasuk enterpreneur, peternakan, pertanian, multimedia, hingga berbagai kreativitas lainnya.
Pondok Pesantren ini baru saja membuka pendaftaran atau penerimaan santri baru tahun ajaran 2024 pada 22 April hingga 26 Mei 2024 yang lalu.
Pondok pesantren ini menawarkan pendaftaran untuk santri baru Pondok Pesantren Ora Aji, siswa baru Mts Ora Aji, siswa baru MA Ora Aji, serta mahasiswa. Berikut adalah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi jika ingin bergabung dalam Pondok Pesantren Ora Aji.
- SKL 2 lembar
- Fotokopi Kartu Keluarga 3 lembar
- Fotokopi KTP Orang Tua 3 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 3 lembar
- Pas Foto Berwarna 3x4 6 lembar
- Fotokopi KIP/KIS/SKTM (jika ada)
Berdasarkan informasi, tidak ada biaya pendaftaran yang harus dibayarkan alias gratis, siapapun selama memenuhi persyaratan bisa bersekolah dan menimba ilmu di Pondok Pesantren Ora Aji ini.
Berikut adalah beberapa program yang ditawarkan oleh Pondok Pesantren Ora Aji.
Program Dasar (Basic)
Kegiatan program ini meliputi santri membaca Al-Quran hingga fasih, mengkaji kitab-kitab gundul (kitab berbahasa Arab yang ada terjemahannya dalam huruf pegon), serta pengenalan dasar-dasar bahasa Arab.
Program Menengah (Intermediate)
Kegiatan program ini antara lain mempelajari ilmu-ilmu Nahwu, Sharaf, dan Balaghah, serta mempelajari kitab kuning (kitab berbahasa Arab yang tidak berharakat dan belum diterjemahkan).
Program Lanjutan (Advance)
Kegiatan yang ada di program ini yaitu mampu berbahasa Arab secara aktif, mampu berpidato dalam bahasa Arab, Indonesia, dan Jawa, mampu menerjemahkan buku dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, serta mampu menulis buku-buku keagamaan.
Program Khusus
Pondok Pesantren ini juga menawarkan program khusus yakni menghafalkan Al-Quran 30 juz.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
-
Viral Jurnalis Emosi Bahas Berita Gus Miftah Hina Penjual Es Teh: Emosinya Kerasa sampai ke Luar Layar
-
Sindiran Berlanjut, Cara Minta Maaf Gus Miftah Jadi Konten Kocak
-
Kasus Gus Miftah Viral di Malaysia, Warga Jiran Kecam Sosok yang Ngakak di Panggung
-
Perdana Menteri Malaysia Geram Lihat Aksi Gus Miftah, Heran Pemuka Agama Merendahkan Pedagang Kecil
-
Hacker Anonymous Turun Tangan: Akun Usman Ali Hilang, IG Ponpes Diserang Netizen
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition