Lifestyle / Food & Travel
Senin, 17 Maret 2025 | 12:24 WIB
Kabupaten Gresik memiliki sejumlah kuliner ikonik yang menarik untuk dicoba. (Twitter)

Kopi giras khas Gresik ini disajikan dalam cangkir kaleng dan memiliki rasa pahit yang kuat serta aroma khas yang menggoda.

Cocok dinikmati bersama jajanan pasar yang tersedia di warung ini.

Lokasi warung berada di Jl. Samanhudi, Sidokumpul, Kec. Gresik, Kab. Gresik

Martabak Usus Pak Sentot

Ilustrasi martabak asin. (Instagram)

Martabak ini beda dari yang lain, jika biasanya martabak diisi dengan daging cincang atau telur, Martabak Usus Pak Sentot menggunakan usus ayam yang digoreng crispy dan diberi bumbu khas.

Teksturnya yang renyah di luar dan gurih di dalam membuat siapa pun ketagihan.

Lokasi yang bisa ditujut yakni, Jl. KH Hasyim Asy'ari, Gapurosukolilo, Gresik, Kabupaten Gresik.

Pudak Khas Gresik – Hj. Aminah

Pudak adalah jajanan khas Gresik yang mirip dengan kue lapis, tetapi berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula aren.

Baca Juga: Kulineran di Pariaman? Ini 4 Kuliner Andalan yang Harus Dicicipi!

Jika ingin merasakan pudak terbaik, mampirlah ke Hj. Aminah yang sudah melegenda. Rasanya manis, lembut, dan aromanya khas karena dibungkus daun pelepah pinang.

Kamu bisa mengunjunginya di Jl. Samanhudi No.17, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Itulah beberapa tempat kuliner unik di Gresik yang bisa kamu eksplorasi.

Dari makanan berat hingga camilan, semuanya menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Gresik dikenal sebagai Kota Wali.

Disebut demikian mengingat keberadaan makam para wali besar, seperti Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.

Selain itu, Gresik juga sering disebut sebagai Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren serta lembaga pendidikan berbasis Islam, mulai dari Madrasah Ibtida’iyah, Tsanawiyah, Aliyah, hingga perguruan tinggi Islam.

Tidak hanya dalam sektor pendidikan, masyarakat Gresik juga menghasilkan berbagai kerajinan bernuansa Islami, seperti kopyah, sarung, mukena, hingga sorban, yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif di daerah ini.

Secara historis, Gresik dulunya bernama Kabupaten Surabaya, namun berdasarkan PP Nomor 38 Tahun 1974, pusat pemerintahan dipindahkan ke Gresik dan berganti nama menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik.

Sebagai bagian dari Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Gresik memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian, industri, perdagangan, maritim, pendidikan, dan pariwisata.

Keberadaannya sebagai sub wilayah pengembangan Jawa Timur menjadikan Gresik sebagai salah satu pusat ekonomi yang terus berkembang.

Dengan statusnya sebagai kawasan industri utama, Gresik kini semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai industri modern berskala besar yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Load More