Lifestyle / Komunitas
Rabu, 02 April 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi puasa - Lima keutamaan puasa syawal. (Unsplash/Rauf Alvi)

Dengan melakukannya, seorang Muslim dapat meningkatkan kedekatan dan keimanan kepada Allah SWT.

Puasa Syawal biasanya dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, baik secara berurutan maupun terpisah, sesuai kemampuan masing-masing individu.

Berikut adalah penjelasan mengenai niat dan tata cara puasa Syawal:

Niat Puasa Syawal

Niat puasa Syawal dilakukan pada malam hari sebelum fajar, sebagaimana puasa sunnah lainnya. Niat cukup diucapkan dalam hati, tetapi boleh juga dilafalkan untuk memperkuat tekad.

Berikut adalah lafal niatnya dalam bahasa Arab beserta terjemahannya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sittati ayyāmin min Syawwālin sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Aku berniat puasa besok untuk enam hari di bulan Syawal sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.

Jika lupa berniat pada malam hari, Anda masih bisa berniat pada pagi hari sebelum waktu zawal (sebelum matahari tergelincir ke barat), selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Tata Cara Puasa Syawal

Tata cara puasa Syawal sama seperti puasa sunnah lainnya, mirip dengan puasa Ramadan, tetapi tidak memiliki kewajiban khusus seperti tarawih.

Berikut langkah-langkahnya:

Berniat: Seperti disebutkan di atas, niat dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum zawal.

Menahan Diri: Menjaga diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, hubungan suami-istri, dan lainnya, mulai dari terbit fajar (waktu Subuh) hingga matahari terbenam (waktu Maghrib).

Waktu Pelaksanaan: Puasa dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal. Bisa dilakukan secara berurutan (misalnya tanggal 2-7 Syawal) atau terpisah (misalnya hanya di hari Senin dan Kamis selama bulan Syawal), sesuai kemampuan.

Berbuka: Mengakh 6 hari puasa Syawal selesai saat matahari terbenam pada hari ke-6, diakhiri dengan doa berbuka seperti biasa, misalnya: Allahumma laka shumtu wa ‘alā rizqika aftartu (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).

Catatan Tambahan

- Puasa Syawal tidak harus dilakukan segera setelah Idulfitri, asalkan masih dalam bulan Syawal.

- Jika ada hari yang dilarang berpuasa (seperti tanggal 1 Syawal, yaitu Hari Raya Idulfitri), hari itu dilewati, dan puasa dilanjutkan pada hari berikutnya.

- Disunnahkan untuk memperbanyak amal ibadah lain seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, atau dzikir selama bulan Syawal untuk menambah keberkahan.

Load More