Suara.com - Belakangan kehadiran Grok di platform X (dulu Twitter) sangat diandalkan warganet. Terpantau banyak warganet langsung menandai Grok jika tidak paham dengan suatu cuitan atau ingin menanyakan konteks.
Lantas, sebenarnya apa itu Grok dan bagaimana cara menggunakannya?
Apa Itu Grok?
Perihal penamaan, kata "Grok”"pertama kali diperkenalkan oleh penulis fiksi ilmiah Amerika, Robert A. Heinlein, dalam novelnya yang berjudul Stranger in a Strange Land (1961). Dalam buku tersebut, kata "grok" digunakan oleh makhluk luar angkasa yang berarti "memahami sesuatu secara mendalam hingga menjadi satu bagian dengan diri sendiri". Seiring waktu, kata ini diadopsi dalam dunia teknologi, khususnya dalam pengembangan perangkat lunak dan data.
Dalam konteks teknologi modern, Grok adalah asisten AI (Artificial Intelligence) yang dikembangkan oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. xAI didirikan pada tahun 2023.
Grok dirancang untuk menjadi alternatif dari chatbot AI seperti ChatGPT, Bard, dan Claude, namun dengan pendekatan yang lebih bebas, jujur, dan lebih "berani" dalam menjawab pertanyaan yang sensitif.
Grok pertama kali diperkenalkan secara publik pada bulan November 2023. Elon Musk mengumumkan peluncuran ini melalui akun X (dulu Twitter), dan mengatakan bahwa Grok akan diintegrasikan langsung ke dalam platform X sebagai bagian dari fitur berbayar (X Premium+).
Kegunaan Grok
Grok dikembangkan untuk menjadi asisten percakapan berbasis AI dengan akses real-time terhadap data dan tren terkini yang terjadi di platform X. Beberapa kegunaan utamanya antara lain:
- Menjawab pertanyaan pengguna secara instan, termasuk yang bersifat sensitif atau tabu.
- Memberikan informasi dan opini berdasarkan data yang sedang tren di media sosial.
- Digunakan oleh jurnalis, content creator, dan pengguna umum untuk mengakses insight yang lebih "mentah" dan cepat.
- Membantu dalam brainstorming ide, membuat konten, hingga riset ringan.
Salah satu keunggulan Grok adalah kemampuannya untuk mengakses data X secara real-time, menjadikannya sangat responsif terhadap isu-isu yang sedang berkembang.
Cara Menggunakan Grok
Awalnya, Grok hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja melalui pelanggan Premium. Namun kini AI buatan Elon Musk itu bisa dipakai secara gratis, tentunya dengan danya batasan tertentu penggunaan.
Baca Juga: Cara Melindungi Data Pribadi dari Viral Foto Gunakan Teknologi AI
Untuk mengakses Grok, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Lewat menu di X
Kunjungi x.com atau buka aplikasi X di perangkat iOS atau Android Anda. Akses Grok dengan memilih ikon Grok di bilah navigasi di aplikasi X atau situs web.
Pada kolom pengetikan, pengguna bisa menuliskan perintah atay prompt agar Grok melakukan sesuatu.
2. Mention di kolom reply
Anda juga bisa memakai Grok saat membalas cuitan akun lain. Pada kolom pembuatan pesan balasan, mention Grok dengan mengetik "@Grok" (tanpa tanda kutip). Setelah itu, pengguna dapat menambahkan teks perintah atau prompt untuk bertanya atau meminta Grok melakukan sesuatu.
Misalnya, pengguna bisa mengetik seperti, "@Grok jelaskan siapa yang dimaksud dalam postingan ini". Kemudian setelah terkirim, pengguna bisa menunggu Grok memberikan balasan.
3. Lewat aplikasi terpisah
Sebelumnya, fitur AI Grok hanya bisa diakses oleh pengguna X saja. Sehingga, pengguna perlu membuat akun X terlebih dahulu apabila belum memiliki untuk mengakses Grok.
Namun sejak awal tahun 2025, Grok sudah tersedia dalam aplikasi terpisah. Dengan perubahan tersebut, pengguna di luar X kini dapat menjajal fitur Grok lewat aplikasi tersendiri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang