Suara.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan berpartisipasi pada Parade Angkatan Laut Rusia 2025 di St. Petersburg pada Juli 2025.
Dalam The Main Naval Parade Rusia 2025 itu, TNI AL sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang akan mewakili Indonesia di Rusia.
Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh menekankan pentingnya kehadiran TNI AL dalam forum maritim internasional sebagai wujud diplomasi pertahanan dan eksistensi Indonesia sebagai negara maritim.
"Dengan kesiapan yang matang, TNI AL membuktikan diri tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan laut, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan bangsa di berbagai lini dari ladang padi hingga panggung dunia," ujar John dikutip dari Instagram @koarmada2.
Sebelumnya Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengungkap keikutsertaan Indonesia dalam parade Angkatan Laut Rusia 2025.
“Presiden Prabowo Subianto telah berjanji kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengirim kapal perang Indonesia untuk berpartisipasi dalam parade kapal militer utama di St. Petersburg,” kata Tolchenov dalam keterangan pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Rusia merayakan Hari Angkatan Laut pada hari Minggu terakhir bulan Juli setiap tahunnya, dan pada tahun ini bertepatan dengan 27 Juli 2025. Di gelaran Parade Angkatan Laut Rusia 2025 itu, TNI AL direncanakan menerjunkan KRI Brawijaya 320.
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Brawijaya 320 adalah kapal perang buatan Italia yang dibeli TNI AL pada tahun 2025 ini bersama KRI Prabu Siliwangi 321.
Baca Juga: Jurnalis Juwita Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh, Denpomal Masih Tunggu Hasil Tes DNA Sperma
Pembelian kedua kapal perang ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Fincantieri, salah satu perusahaan galangan kapal terkemuka di dunia.
KRI Brawijaya 320 merupakan jenis Offshore Patrol Vessels / Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA). Nama KRI Brawijaya terinspirasi dari raja-raja Nusantara.
Nama tersebut dipilih dengan harapan agar kapal-kapal ini kelak menjadi legenda baru yang berkontribusi besar bagi kejayaan bangsa.
"Saya yakin kapal-kapal ini akan berhasil menyelesaikan setiap misi yang diberikan kepada mereka," ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali.
Muhammad Ali mengatakan awalnya kedatangan kedua kapal perang buatan Italia itu pertama pada Oktober 2024 dan April 2025.
Namun, kata Ali kedatangan unit pertama mundur pada awal 2025 dan berubah kembali mengalami perubahan pada Juni 2025.
“Kedatangan PPA diperkirakan akhir Mei, mudah-mudahan sudah bisa datang kapal pertama. Kapal yang kedua, mungkin beberapa bulan setelah itu,” ujar Ali, di Jakarta, Selasa (4/2/2025) lalu.
Menurut dia, unit kapal PPA yang dipesan sudah dalam kondisi siap. Namun, proses kedatangan kapal masih menunggu para prajurit TNI AL mengikuti latihan calon awak.
“Sebenarnya, kapalnya sudah siap, tapi kan harus dilaksanakan latihan-latihan di sana. Jadi, cawak kami akan diberangkatkan (ke Italia). Mungkin awal Maret untuk pengawaknya, tapi satgas sudah ada di sana dan sekarang sudah mulai menyiapkan semua perangkat lunak (software) untuk kapal tersebut,” jelasnya.
KRI Brawijaya 320 memiliki panjang 143 m, lebar 16,5 m, draft 5,2 m, dan kecepatan maksimum 32 knots dengan pendorongan kombinasi diesel, listrik, dan gas turbin.
Kapal ini juga dilengkapi dengan senjata, yaitu SAM: 16 VL Sistem, SSM: 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 mm, Meriam 76 mm, dan torpedo.
KRI Brawijaya menggunakan radar Leonardo Kronos Quad C-band AESA. Bisa memastikan deteksi ancaman udara dan laut secara optimal.
Kapal ini juga memiliki sistem peperangan elektronik ELT Group, yang mencakup sensor RESM/CESM serta alat pengacau sinyal elektronik RECM.
Berita Terkait
-
Jurnalis Juwita Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh, Denpomal Masih Tunggu Hasil Tes DNA Sperma
-
Oknum Prajurit Bunuh Jurnalis Juwita di Kalsel, TNI AL Minta Maaf ke Keluarga Korban
-
TNI AL Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Jurnalis oleh Oknum Prajurit, 33 Reka Adegan Dipergakan
-
KSAL Pastikan Peradilan Militer Oknum TNI AL yang Bunuh Jurnalis Juwita Akan Transparan
-
Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Dari Santan hingga Nata de Coco, Produk Turunan Kelapa Kian Digemari Dapur Indonesia
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan