Suara.com - Menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor, perhatian tertuju pada pentingnya cara memasak telur yang benar dan sehat untuk membasmi bakteri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, baru-baru ini mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella sebagai penyebab keracunan.
Kedua bakteri tersebut terdeteksi pada menu telur ceplok berbumbu barbekyu dan tumis tahu toge yang disediakan oleh SPPG Bina Insani dan dikonsumsi oleh 210 siswa yang mengalami gejala keracunan.
Diduga, telur ceplok berbumbu barbekyu yang dimasak pada malam hari dan baru disajikan keesokan siangnya menjadi pemicu berkembangnya bakteri berbahaya akibat penyimpanan yang terlalu lama tanpa penanganan higienis.
Lantas bagaimana sebenarnya cara memasak telur yang benar dan sehat agar bakteri dapat mati? Simak penjelasan berikut ini.
Cara Masak Telur yang Benar dan Sehat
Telur mentah atau kurang matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella, penyebab umum keracunan makanan. Adanya mual, muntah, serta diare sebagai tanda keracunan tentu dapat mengganggu kesehatan secara signifikan.
Celakanya, keberadaan bakteri Salmonella dalam telur sering kali terselubung karena telur yang terinfeksi tetap terlihat dan berbau normal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara efektif melenyapkan bakteri ini melalui proses memasak yang tepat.
Masak Telur Sampai Matang Sempurna
Metode paling efektif untuk melenyapkan bakteri Salmonella adalah dengan memastikan telur dimasak hingga benar-benar matang. Suhu tinggi saat memasak akan mematikan bakteri, sehingga risiko infeksi dapat dihindari.
Baca Juga: BGN Pastikan Asuransi untuk Program MBG: Perlindungan dari Produksi hingga Distribusi
- Pastikan Telur Benar-Benar Padat: Telur aman dikonsumsi jika bagian putih dan kuningnya telah mengeras sepenuhnya setelah dimasak. Memasak hingga matang sempurna adalah kunci untuk memberantas Salmonella.
- Perhatikan Suhu Ideal: Telur harus dimasak hingga suhu internalnya mencapai sekitar 71°C untuk memastikan semua bakteri mati. Metode memasak seperti merebus, menggoreng, mengukus, atau mengacak telur hingga benar-benar matang sangat dianjurkan. Merebus telur selama 6 hingga 10 menit juga efektif membunuh bakteri dan dianggap lebih sehat karena tidak memerlukan tambahan minyak.
Berikut adalah beberapa metode memasak telur yang benar dan sehat untuk memastikan bakteri berbahaya mati:
- Rebus: Masukkan telur ke dalam air mendidih dan rebus selama 6 hingga 10 menit, atau hingga bagian kuning dan putih telur benar-benar mengeras.
- Goreng: Panaskan sedikit minyak di atas wajan, lalu goreng telur hingga bagian putih dan kuningnya matang sempurna, biasanya sekitar 2 hingga 3 menit di setiap sisi.
- Kukus: Kukus telur sampai mencapai kematangan yang diinginkan, pastikan suhu internal mencapai 71°C.
- Orak-Arik: Kocok telur hingga tercampur rata, lalu masak di atas wajan dengan api sedang sambil terus diaduk hingga semua bagian telur matang dan tidak ada lagi bagian yang masih encer.
Tips Penting Masak Telur
Untuk mencegah risiko infeksi bakteri Salmonella dari telur, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses memasak, penyimpanan, dan penanganan telur:
1. Perhatikan Suhu Ideal Saat Memasak: Pastikan telur dimasak pada suhu internal minimal 71°C untuk mematikan semua bakteri yang mungkin ada.
2. Atur Waktu Memasak dengan Tepat: Sesuaikan durasi memasak dengan metode yang kamu pilih (merebus, menggoreng, mengukus, atau mengacak) hingga telur benar-benar matang sempurna.
3. Jaga Kebersihan Peralatan dan Diri: Pastikan semua alat masak yang digunakan saat mengolah telur mentah dicuci bersih secara menyeluruh.
- Hindari mencicipi adonan atau makanan yang mengandung telur mentah. Kontaminasi silang dapat terjadi jika alat dan permukaan dapur tidak bersih saat mengolah telur.
- Cuci Tangan Setelah Menyentuh Telur: Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang telur mentah untuk mencegah penyebaran bakteri ke bahan makanan lain atau permukaan di dapur.
- Bersihkan Permukaan Dapur: Setelah selesai mengolah telur, segera bersihkan semua permukaan dapur, termasuk meja dan alat-alat seperti pisau dan talenan, untuk menghindari penyebaran bakteri.
4. Penyimpanan yang Benar: Cara menyimpan telur juga krusial dalam menjaga kualitas dan mencegah pertumbuhan bakteri Salmonella.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
-
Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? Cek Info Terkini
-
Apakah Tarif Listrik PLN Naik? Heboh Gonjang Ganjing Kenaikan Harga Imbas Krisis BBM Global
-
Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya
-
7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
-
5 Sepatu Lari dengan Busa Responsif yang Bikin Langkah Lebih Ringan dan Hemat Tenaga
-
Apa Penyebab Flek Hitam di Wajah? Ini 7 Faktornya
-
3 Skincare Korea Alternatif Retinol, Bantu Kulit Cerah dan Awet Muda Tanpa Efek Samping
-
Clara Shinta Viral karena Apa? Kini Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami
-
Isu BBM Naik Per 1 April 2026, Begini Cara Cek Harga Resmi Pertamina Biar Gak Kena Hoaks