Penderita penyakit jantung bisa menderita pembengkakan atau edema pada setiap bagian kaki, umumnya di sekitar pergelangan hingga telapaknya.
Saat jantung tidak berfungsi dengan baik, aliran darah melambat dan menumpuk di pembuluh darah vena di tungkai. Hal ini menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh.
Selain itu, penderita juga bisa menderita pembengkakan di perut dan mengalami penambahan berat badan tanpa disengaja.
5. Pasokan darah buruk pada anggota gerak tubuh
Penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke bagian tubuh lain tidak sama dengan penyakit jantung, tetapi bisa berarti penderita memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.
Hal itu dapat terjadi ketika kolesterol dan bahan lemak lainnya (plak) menumpuk di dinding arteri.
Anggota gerak yang umumnya terpengaruh dari buruknya pasokan darah pada penderita sakit jantung adalah kaki. Kaki menjadi nyeri, pegal-pegal, lelah, terbakar atau tidak nyaman pada otot kaki, betis, atau paha.
Gejala yang sering muncul saat berjalan atau berolahraga, dan hilang setelah beberapa menit istirahat.
Mati rasa di kaki atau telapak kaki saat beristirahat. Kaki juga terasa dingin saat disentuh, dan kulit tampak pucat.
Baca Juga: Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung
6. Kelelahan
Kelelahan bisa menjadi tanda adanya masalah jantung bila tubuh merasa jauh lebih lelah dari biasanya hingga menganggu aktivitas sehari-hari. Ini sangat umum terjadi pada perempuan.
Kondisi kelelahan ekstrem ini pada penderita sakit jantung biasanya terjadi secara mendadak.
7. Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi)
Jika jantung seseorang tidak dapat memompa darah dengan baik, jantung mereka mungkin berdetak lebih cepat untuk mengimbanginya. Tandanya bisa berupa jantung berdebar lebih kencang atau berdenyut.
Detak jantung yang cepat atau tidak teratur juga bisa menjadi tanda aritmia. Ini adalah masalah dengan denyut jantung atau ritme jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Hair Tonic Pria Terbaik untuk Atasi Garis Rambut Mundur, Ampuh Kembalikan Kepercayaan Diri
-
7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula
-
Cara Memilih Bedak untuk Usia 50-an, Ini 5 Produk Aman yang Layak Dicoba
-
15 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 ke Atas untuk Perlindungan Maksimal dari Sinar Matahari
-
Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Eiger untuk Hiking dan Aktivitas Harian dengan Material Breathable
-
Tak Sekadar Promo, Begini Strategi Ritel Dekat dengan Generasi Muda Lewat Digital
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Senyaman Hoka Clifton untuk Long Run