Suara.com - Setiap anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta, perhatian, dan kehangatan keluarga.
Ketika keluarga kandung tidak lagi mampu menjalankan perannya karena berbagai alasan —kemiskinan, kekerasan, kehilangan, atau keterlantaran — pengasuhan alternatif yang berbasis keluarga menjadi harapan terbaik bagi anak untuk tetap merasa dicintai dan dilindungi.
Faktanya, 1 dari 10 anak dan remaja di Indonesia terpisah dari orang tua dan keluarga mereka, ditinggalkan, diabaikan atau dipaksa untuk hidup di lingkungan yang kasar, tumbuh tanpa dukungan yang mereka butuhkan untuk mempersiapkan masa depan.
Efeknya sering kali berlangsung seumur hidup, menciptakan siklus berbahaya yang berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui penelitian bertema Key Drivers Contributing to Child-Parents Separation in Indonesia yang dirilis pada Desember 2024, SOS Children’s Villages Indonesia mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor utama yang menyebabkan anak-anak terpisah dari keluarganya.
Studi ini menunjukkan bahwa penempatan anak dalam pengasuhan alternatif umumnya dipengaruhi oleh dua hal utama: kondisi lingkungan keluarga dan efektivitas sistem perlindungan anak di Indonesia.
Isu inilah yang diangkat oleh Run To Care 2025, charity run yang diinisiasi oleh SOS Children’s Villages, organisasi non-pemerintah yang
berkomitmen mendukung anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua maupun yang hidup dalam situasi rentan.
Tahun ini, charity run didukung oleh SalingJaga, program tolong-menolong antar anggota untuk melindungi diri dan keluarga dari Kitabisa.
Para peserta akan menempuh jarak sejauh 150 kilometer dengan rute yang melintasi lima wilayah kota di DKI Jakarta (Jakarta Selatan, Pusat, Utara, Barat, dan Timur), Tangerang-Banten, serta satu kota di Provinsi Jawa Barat (Depok), sebelum mencapai finish di SOS Children’s Village Cibubur.
Baca Juga: Urutan Pakai Skincare untuk Anak yang Tepat, Lengkap dengan Rekomendasi Produk
“Tahun ini kami melalui ajang Run To Care JKT150KM mengajak seluruh Sahabat untuk memutus siklus keterpisahan anak dari orang tua, mencegahnya agar tidak terjadi sejak awal, dan memberikan setiap anak kesempatan untuk menjadi orang tua yang penuh dengan kasih sayang di masa depan,” ujar Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.
Sedangkan menurut Lexi Rohi, Race Director Run To Care 2025, Run To Care JKT150KM bukan hanya tentang menyelesaikan jarak, tapi tentang melangkah bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia.
"Tahun ini kami menyuguhkan rute dalam kota metropolitan dan sekitarnya yang kompleks tantangannya sekaligus penuh makna, sebagai simbol dari tujuan akhir kita: memberikan rumah dan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujar Lexi dalam press conference, Rabu (21/5/2025).
Vikra Ijas, CEO Kitabisa Group mengatakan bahwa selain berkontribusi untuk masa depan anak-anak, setiap peserta Run To Care JKT150KM secara otomatis juga berkontribusi untuk melindungi satu sama lain di program asuransi syariah SalingJaga Perlindungan Diri, yang memberi peserta manfaat perlindungan jiwa dan kecelakaan selama satu tahun ke depan.
Asuransi ini adalah program tolong-menolong antaranggota SalingJaga saat terjadi kecelakaan yang tidak disengaja, yang menyebabkan
anggota tutup usia, cedera fisik, atau cacat dan butuh perawatan di rumah sakit, dan tidak terbatas pada kecelakaan lalu lintas, tapi bisa juga kecelakaan kerja atau saat olahraga.
Ketika terjadi kecelakaan, anggota akan mendapatkan santunan dari dana bersama.
“Setiap langkah dalam lari ini adalah bentuk kepedulian. Kita bukan hanya menempuh jarak, tapi juga membangun harapan bagi anak-anak yang membutuhkan rumah dan kasih sayang. Run to Care bukan sekadar olahraga, ini adalah perjalanan hati,” ujar Sianti Candra, salah satu pelari jarak jauh.
Ajang ultra-marathon Run To Care 2025 akan diadakan pada 8-10 Agustus 2025 di Jakarta dengan tajuk Run To Care JKT150KM.
Meskipun pendaftaran offline telah ditutup pada 5 April 2025 lalu, pendaftaran Run To Care Virtual 2025 masih dibuka hingga 3 Agustus 2025 lewat aplikasi 99 Virtual Race di App Store atau Play Store.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat