- Beredar video gas air mata ditembakkan ke Stasiun Karet pada Kamis, 28 Agustus 2025.
- Gas air mata mengandung gas CS dan gas CR.
- Efek gas air mata bisa memicu iritasi mata, pernapasan, hingga iritasi kulit.
Suara.com - Demonstrasi yang terjadi belakangan ini ternyata masih membawa korban. Tidak berhenti sampai pada korban meninggal dunia yang terlindas rantis Brimob, terdapat banyak korban lain akibat gas air mata.
Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan ke Stasiun Karet oleh polisi. Tapi sebenarnya, gas air mata terbuat dari apa?
Gas air mata merupakan salah satu ‘senjata’ yang dimiliki oleh pihak kepolisian dalam rangka mengendalikan massa yang sudah mengalami eskalasi.
Gas ini ditembakkan ke kerumunan agar massa dapat terpecah dan tidak terkonsentrasi di satu titik yang sama dalam waktu terlalu lama.
Ketika ditembakkan, alat ini akan mengeluarkan gas berwarna putih pekat yang membuat mata menjadi pedih. Bukan tidak mungkin paparan terlalu lama juga menyebabkan komplikasi pada kondisi tubuh seseorang.
Melihat Komposisi Gas Air Mata
Secara umum, gas air mata mengandung beberapa zat yang dapat memicu reaksi demikian. Kandungan yang paling utama dan banyak dikenal adalah 2-chlorobenzalmalononitrile atau dikenal dengan sebutan gas CS.
Ada pula kandungan lain berupa oleoresin capsicum atau semprotan merica, dibenzoxazepine atau gas CR, dan chloroacetophenone atau gas CN.
Kumpulan senyawa kimia ini kemudian disimpan ke dalam tabung berbentuk granat, kemudian ditembakkan menggunakan pistol pelontar.
Baca Juga: Desakan agar Kapolri Mundur Mulai Terdengar: Kematian Affan Kurniawan Lebih dari Cukup!
Setelah beberapa waktu yang telah diperhitungkan, akan muncul asap tebal berwarna putih yang mengambang di udara.
Dalam waktu singkat, senyawa di dalam gas air mata ini akan terpapar pada orang-orang yang ada disekitarnya dan memicu iritasi mata, pernapasan, hingga iritasi kulit.
Lalu Apa Efeknya?
Ketiga gas ini telah mengembang di udara dan terpapar pada massa, maka beberapa efek akan muncul dalam waktu yang tidak terlalu lama. Beberapa efek yang paling sering muncul dan mudah dideteksi adalah sebagai berikut.
- Rasa gatal pada mata dan sensasi panas sepertit erbakar
- Mata sobek dan kelopak mata tertutup secara tidak sengaja
- Mata mengalami kebutaan sementara atau penglihatan menjadi kabur
- Mata mengalami pendarahan dan kerusakan saraf jangka panjang
- Erosi pada kornea
- Muncul katarak
- Iritasi hidung, tenggorokan, serta paru-paru
- Kesulitan bernapas, tersedak, batuk, gagal sistem pernapasan
- Mulut terus mengeluarkan air liur
- Rasa sesak di bagian dada
- Mual, muntah, hingga diare
- Iritasi pada kulit, hingga luka bakar kimia
- Gangguan stres pasca trauma
- Denyut jantung dan tekanan darah meningkat
Pada kondisi ekstrim, paparan gas air mata yang terlalu lama juga dapat memicu terjadinya kematian atau keguguran pada ibu hamil. Bahkan dapat muncul efek kelainan janin yang dialami selama masa kehamilan dan setelah janin dilahirkan.
Lakukan 6 Hal Ini Ketika Terkena Gas Air Mata
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL