Suara.com - Bagi orang yang haus akan petualangan, menjelajahi sudut-sudut dunia adalah bucket list yang wajib diwujudkan. Namun di balik keseruan traveling, ada satu gerbang perizinan yang sering kali jadi tantangan terbesar, yakni visa.
Paspor di tangan bukan jaminan bisa melenggang bebas, sebab beberapa negara dikenal memiliki proses aplikasi visa yang super rumit, panjang, dan sering bikin was-was.
Alasan di balik sulitnya mendapatkan visa sangat beragam, mulai dari situasi politik dan keamanan yang tidak stabil, birokrasi yang berbelit-belit, hingga keinginan untuk membatasi akses bagi warga asing.
Negara-negara ini menuntut persyaratan dokumen yang luar biasa detail, proses wawancara yang intens, dan waktu tunggu yang tidak pasti.
Daftar Negara Paling Sulit Kasih Visa
Penasaran negara mana saja yang masuk dalam daftar "paling sulit ditembus"? Simak ulasannya berikut ini.
1. Korea Utara
Bicara soal negara yang sulit dikunjungi, Korea Utara hampir selalu berada di puncak daftar. Mendapatkan visa turis ke negara ini adalah sebuah tantangan besar.
Untuk mendapatkan visa ke Korea Utara, seseorang harus mengajukan permohonan visa melalui agen wisata yang memiliki tur yang disetujui negara.
Artinya, perjalanan independen tidak memungkinkan. Wisatawan harus selalu didampingi oleh pemandu resmi selama berada di sana. Selain itu, pemegang paspor Amerika Serikat dan Korea Selatan dilarang keras untuk masuk.
Baca Juga: Ustaz Khalid Ngaku Jadi Korban Agen Travel Muhibbah dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
2. Rusia
Negara Beruang Merah ini terkenal dengan formulir aplikasi visanya yang sangat mendetail dan melelahkan.
Salah satu bagian yang paling menantang adalah kewajiban untuk mencantumkan riwayat perjalanan lengkap selama 10 tahun terakhir, lengkap dengan rincian ke mana Anda pergi, kapan, dan berapa lama Anda tinggal
Bagi yang hobi traveling, bagian ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Prosesnya bisa lebih rumit lagi, terutama bagi warga negara Amerika Serikat yang seringkali dihadapkan pada pertanyaan dua kali lipat lebih banyak.
3. Turkmenistan
Turkmenistan sering disebut sebagai salah satu negara paling misterius dan tertutup di dunia. Kebijakan visanya sangat ketat dan berlaku untuk hampir semua warga negara di dunia.
Untuk bisa masuk, calon pengunjung biasanya harus mendapatkan surat undangan (Letter of Invitation) yang disetujui oleh pemerintah, sebuah proses yang sering kali dimediasi oleh agen tur resmi. Tanpa surat ini, kemungkinan besar aplikasi visa akan langsung ditolak.
4. Iran
Meskipun memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa, mendapatkan visa Iran memerlukan kesabaran ekstra. Prosesnya terbilang unik karena pemohon harus memiliki kode verifikasi atau kode otorisasi sebelum bisa mengajukan permohonan.
Kode otorisasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri di Iran, namun agen perjalanan resmi Iran harus mengajukan kode tersebut atas nama Anda.
Untungnya, dalam beberapa tahun terakhir, pengenalan sistem e-Visa telah membuat prosesnya sedikit lebih mudah dan terjangkau bagi beberapa negara.
5. Kuba
Mengunjungi Kuba bisa menjadi proses yang rumit, terutama bagi warga negara Amerika Serikat. Karena alasan politik, warga AS dilarang mengunjungi Kuba untuk tujuan wisata, kecuali termasuk dalam salah satu dari 11 kategori perjalanan resmi.
Jika berhasil memenuhi syarat, mereka akan menerima pink tourist card, berbeda dari green tourist card yang diberikan kepada warga negara lain.
6. Bhutan
Negara di Himalaya ini tidak mempersulit visa karena alasan politik, melainkan karena kebijakan pariwisata berkelanjutannya yang unik.
Wisatawan asing hanya bisa masuk ke Bhutan melalui paket tur yang diatur oleh agen perjalanan resmi. Selain biaya visa, pengunjung diwajibkan membayar "Biaya Pembangunan Berkelanjutan" (Sustainability Fee) harian yang cukup signifikan, yang dulu mencapai US$200 per hari, meskipun kini sudah diturunkan.
Kebijakan ini memastikan pariwisata tetap eksklusif dan berdampak minimal terhadap lingkungan dan budaya lokal.
7. Somalia
Somalia termasuk negara yang sangat sulit dikunjungi bukan hanya karena visa, tetapi juga karena situasi keamanannya yang rawan. Banyak negara secara resmi tidak menyarankan warganya untuk bepergian ke sana.
Kalaupun visa berhasil didapatkan, wisatawan biasanya harus menyewa tim keamanan atau didampingi petugas bersenjata untuk memastikan keselamatan selama berada di negara tersebut.
Itulah beberapa negara yang terkenal sulit memberi visa. Meski dikenal sulit, menaklukkan proses visa yang rumit bisa menjadi bagian dari petualangan itu sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
4 Zodiak Paling Beruntung 23 Februari 2026, Aquarius Hoki Berkat Satu Keputusan Ini
-
Apa Arti 2N+1? Istilah yang Muncul dalam Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas LPDP
-
Kapan Batas Waktu untuk Sahur? Pahami agar Puasa Tetap Sah
-
BCA Tutup Jam Berapa Selama Ramadan 2026? Ini Jadwal Operasionalnya
-
Terpopuler: Arya Iwantoro Anak Siapa hingga Bolehkah Tidak Tarawih Karena Kerja Shift Malam?
-
Apakah Jam 19.00 Masih Bisa Sholat Maghrib? Ini Batas Waktu yang Shahih
-
Apakah Boleh Potong Kuku saat Puasa Ramadan? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Deodorant yang Tidak Bikin Baju Kuning, Mulai Rp12 Ribuan
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM