Setiap jari tangan diyakini mewakili elemen alam. Ibu jari mewakili elemen ruang, telunjuk mewakili elemen udara, jari tengah mewakili elemen api, jari manis mewakili elemen air, dan kelingking mewakili elemen bumi. Ketika jari-jari menyentuh makanan, tubuh merespons dengan cara yang dapat memperkuat kesadaran sensorik. Kita lebih peka terhadap tekstur, suhu, dan aroma makanan.
2. Berfungsi sebagai Sensor Alami
Ujung jari memiliki saraf peraba yang bisa mendeteksi suhu makanan. Dengan begitu, kita terhindar dari risiko lidah terbakar akibat makanan yang terlalu panas. Selain itu, sentuhan ini memicu otak untuk melepaskan enzim pencernaan yang membantu tubuh mencerna makanan lebih baik.
3. Mendukung Pencernaan Sehat
Di telapak tangan terdapat bakteri baik yang berperan menjaga keseimbangan flora usus. Saat makan dengan tangan, bakteri ini berpindah ke mulut dan membantu sistem pencernaan tetap sehat. Ditambah lagi, sentuhan makanan memberi sinyal ke otak untuk mempersiapkan enzim sesuai jenis makanan yang masuk.
4. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Makan menggunakan sendok sering kali membuat kita makan lebih cepat. Padahal, makan terburu-buru berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, makan dengan tangan cenderung membuat kita lebih lambat, lebih sadar, dan tidak berlebihan. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
5. Meningkatkan Fokus saat Makan
Banyak orang yang makan dengan sendok sambil menonton TV atau bermain ponsel, sehingga tidak sadar berapa banyak yang sudah disantap. Makan dengan tangan menuntut fokus penuh, membuat kita lebih menyadari porsi dan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga: Nanik S Deyang Nangis-Nangis Soal MBG, Jejak Digital Bikin Publik Geram
6. Lebih Higienis (Jika Dilakukan Benar)
Meski sering dianggap jorok, kenyataannya makan dengan tangan bisa lebih higienis asalkan selalu mencuci tangan dengan benar. Kita bisa memastikan kebersihan tangan sendiri, berbeda dengan peralatan makan di restoran yang belum tentu dicuci dengan baik.
Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Namun, bukan berarti makan dengan tangan bebas risiko. Jika tidak mencuci tangan dengan benar, bakteri berbahaya seperti E. coli atau Salmonella bisa berpindah ke makanan. Hal ini dapat menyebabkan diare, mual, muntah, atau sakit perut.
Selain itu, makan makanan pedas menggunakan tangan bisa menimbulkan sensasi panas karena zat capsaicin dari cabai menempel pada jari.
Karena itu, agar makan dengan tangan tetap aman dan sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik sebelum makan.
- Potong makanan besar menjadi bagian kecil agar mudah diambil.
- Jaga kebersihan kuku, karena kotoran bisa terselip di sana.
- Hindari menyentuh wajah atau rambut saat makan.
- Ambil porsi secukupnya untuk mencegah makan berlebihan.
Dengan cara ini, makan dengan tangan bisa menjadi kebiasaan yang menyehatkan sekaligus menyenangkan.
Maka, jika bicara soal kesehatan, makan dengan tangan maupun menggunakan sendok punya kelebihan masing-masing.
Makan dengan tangan menawarkan sensasi yang lebih nikmat, membantu pencernaan, dan meningkatkan kesadaran makan.
Sementara itu, menggunakan sendok lebih praktis, cepat, dan sering dianggap lebih modern serta aman dari kontaminasi jika kebersihannya terjaga.
Demikian itu informasi untuk menjawab pertanyaan apakah makan menggunakan sendok lebih baik dibandingkan pakai tangan langsung. Tidak ada yang salah dengan keduanya, asalkan menjaga kebersihan tetap menjadi prioritas utama.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci