-
Aqua menjadi sorotan publik setelah Dedi Mulyadi mengungkap bahwa air mineralnya berasal dari sumur bor dalam, bukan dari mata air pegunungan seperti yang diklaim dalam iklan.
-
Pihak pabrik Aqua menjelaskan bahwa mereka menggunakan air dari lapisan tanah terdalam karena dianggap memiliki kualitas terbaik, meskipun metode ini menimbulkan kekhawatiran ekologis.
-
Kontroversi ini mendorong publik untuk menelusuri kembali sejarah Aqua, yang didirikan pada tahun 1973 oleh Tirto Utomo dan berkembang menjadi merek air minum kemasan terbesar di Indonesia di bawah naungan Danone.
Suara.com - Aqua, sebagai salah satu merek air minum dalam kemasan (AMDK) paling dikenal di Indonesia, kini menjadi pusat perhatian publik.
Sorotan muncul akibat dugaan bahwa klaim iklan perusahaan tentang penggunaan "air pegunungan murni" tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Situasi memanas setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pabrik Aqua dan mengunggah temuannya ke kanal YouTube miliknya pada Selasa (21/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, pejabat publik yang akrab disapa KDM itu dibuat terkejut saat mengetahui bahwa air diambil menggunakan teknologi sumur bor dengan kedalaman mencapai 100 hingga 130 meter.
"Oh ini airnya dibor? saya kira air permukaan, air dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari sumur pompa dalam," ucap Dedi Mulyadi dengan ekspresi terkejut.
Menanggapi hal itu, pihak pabrik menjelaskan bahwa mereka sengaja memilih air dari lapisan tanah terdalam untuk mendapatkan kualitas terbaik.
"Semua air bawah tanah, Pak. Karena memang kualitas yang paling bagus itu yang paling dalam," jelas seorang staf.
Walaupun memahami alasan teknis tersebut, Dedi Mulyadi tetap menyoroti potensi dampak lingkungan dari praktik pengeboran besar-besaran di wilayah pegunungan.
KDM menilai bahwa aktivitas tersebut dapat mengganggu keseimbangan tata air dan memicu bencana ekologis di sekitarnya.
Baca Juga: Geger Aqua Disebut Pakai Air Sumur Bor, DPR Turun Tangan: Ini Persoalan Serius!
Kontroversi seputar sumber air Aqua yang mencuat belakangan ini mendorong publik untuk kembali menelusuri asal-usul merek legendaris tersebut. Simak kisah panjang berdirinya Aqua dari 1973 hingga diakuisisi oleh Danone.
Sejarah Panjang Berdirinya Aqua
Aqua memulai perjalanannya pada tahun 1973 ketika Tirto Utomo mendirikan PT Golden Mississippi dan membangun pabrik pertama di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Setahun kemudian, produk perdana Aqua diluncurkan dalam kemasan botol kaca berukuran 950 ml dengan harga Rp 75 per botol. Perusahaan terus berkembang dan pada tahun 1984 mendirikan pabrik kedua di Pandaan, Jawa Timur, untuk mendekatkan distribusi ke konsumen di wilayah tersebut.
Pada 1985, Aqua mulai memproduksi air minum dalam kemasan PET 220 ml yang dinilai lebih aman dan berkualitas. Tahun 1993, Aqua Group meluncurkan program daur ulang botol plastik melalui inisiatif Aqua Peduli.
Aliansi strategis terjadi pada 1998 antara Tirta Investama dan Danone melalui Danone Asia Holding Pte Ltd sebagai pemegang saham minoritas, yang kemudian berujung pada pembentukan Grup Aqua bersama PT Aqua Golden Mississippi dan PT Tirta Sibayakindo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa
-
Inspirasi Fashion Ramadan hingga Lebaran Hadir di Grand Indonesia lewat Shades in Harmony
-
Tak Harus Selalu Mewah, Ini 5 Ide Isi Parcel Lebaran yang Sederhana dan Berkesan
-
Profil Ulta Levenia, Dikritik Usai Paparkan 20 Poin Rencana Damai Gaza oleh BoP
-
Sedekah di Bulan Ramadan Apakah Sudah Termasuk Zakat? Simak Penjelasannya agar Tidak Keliru
-
5 Pilihan Sneakers yang Nyaman untuk Lebaran, Cocok Dipadukan dengan Outfit Hari Raya
-
Terpopuler: Ananda Emira Moeis Anak Siapa? Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret
-
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Perbedaan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
4 Zodiak Paling Beruntung di 10 Maret 2026: Rezeki Mengalir, Asmara Ikut Bersinar