Suara.com - Memilih fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama adalah salah satu langkah awal yang cukup penting saat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Faskes BPJS Kesehatan inilah yang akan menjadi tempat pertama berobat, entah itu puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan, sebelum mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
Namun seiring waktu, kebutuhan setiap orang bisa berubah. Banyak peserta BPJS yang akhirnya ingin mengganti faskes karena berbagai alasan, mulai dari pindah rumah hingga ingin mencari pelayanan yang lebih cocok.
Kabar baiknya, proses pindah faskes kini jauh lebih mudah. Proses kepindahan bisa diurus secara online melalui aplikasi resmi Mobile JKN, atau secara offline dengan datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Agar prosesnya berjalan lancar, simak penjelasannya berikut ini.
Alasan Umum Pindah Faskes BPJS
Sebelum membahas cara mengurus pindah faskes, penting untuk memahami alasan umum peserta ingin melakukan perubahan ini. Alasan-alasan ini bisa diterima oleh BPJS kesehatan sehingga permohonan pun akan dikabulkan.
1. Pindah Domisili
Ini adalah alasan yang paling sering ditemui. Peserta yang baru pindah rumah biasanya ingin memilih faskes yang lebih dekat dan mudah dijangkau dari tempat tinggal barunya.
2. Jarak Faskes Terlalu Jauh
Walaupun tidak berpindah kota, beberapa peserta merasa faskes lama kurang strategis atau membutuhkan waktu tempuh yang cukup jauh.
3. Kenyamanan Pelayanan
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bisa Digunakan Berapa Kali dalam Sebulan? Simak Penjelasannya
Setiap orang memiliki preferensi berbeda. Jika peserta merasa pelayanan di faskes sebelumnya kurang sesuai harapan, mereka bisa mengajukan pindah ke faskes lain yang lebih cocok.
4. Kebutuhan Kesehatan Khusus
Ada peserta yang ingin berobat di faskes yang menyediakan layanan tertentu atau dokter yang lebih memahami kondisi kesehatannya.
BPJS Kesehatan memberikan kesempatan bagi peserta untuk pindah faskes, tetapi tetap ada persyaratan yang harus dipenuhi.
Syarat Pindah Faskes BPJS
Sebelum mulai mengajukan permohonan pindah faskes, pastikan sudah memenuhi beberapa syarat pindah faskes BPJS seperti berikut:
- Tidak memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Jika masih ada tunggakan, proses perubahan tidak bisa dilanjutkan.
- Sudah terdaftar minimal tiga bulan di faskes sebelumnya.
- Menyiapkan dokumen pribadi, seperti KTP, KK, dan kartu BPJS (untuk pengurusan offline).
Bagi peserta yang pindah domisili, biasanya perlu menambahkan dokumen pendukung seperti KK terbaru atau surat keterangan pindah. Persyaratan ini bertujuan agar proses perubahan data tetap tertib dan sesuai ketentuan BPJS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?
-
Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
-
4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih
-
Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas
-
Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar
-
5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt
-
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?