-
Renovasi rumah bisa menjadi mahal karena kenaikan harga material, biaya tenaga kerja, dan risiko munculnya kebutuhan tambahan di tengah proses.
-
Perencanaan yang matang, pemilihan material efisien, dan penggunaan jasa tukang lokal terpercaya adalah kunci untuk menjaga anggaran tetap terkendali.
-
Strategi hemat seperti memanfaatkan material lama, belanja bertahap, dan melakukan finishing secara bertahap dapat menghasilkan renovasi berkualitas tanpa membebani keuangan.
Suara.com - Merenovasi rumah sering kali terdengar sederhana, namun kenyataannya bisa menguras kantong lebih dari yang dibayangkan.
Biaya renovasi bisa membengkak karena banyak faktor, mulai dari harga material bangunan yang terus naik, biaya tenaga kerja, hingga kebutuhan tambahan yang muncul di tengah proses renovasi.
Belum lagi jika ada kerusakan struktural tersembunyi yang baru diketahui saat pengerjaan berlangsung.
Selain itu, banyak pemilik rumah tergoda untuk mengganti desain secara menyeluruh atau menambahkan fitur-fitur baru yang tidak direncanakan sebelumnya.
Hal ini membuat anggaran awal menjadi tidak relevan dan memicu pengeluaran ekstra. Tanpa perencanaan yang matang dan kontrol anggaran yang ketat, renovasi rumah bisa berubah menjadi proyek mahal yang melelahkan.
Namun, bukan berarti renovasi rumah harus selalu mahal. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa merenovasi rumah secara hemat tanpa mengorbankan kualitas dan kenyamanan.
Tips Renovasi Rumah dengan Budget Terbatas
1. Evaluasi kebutuhan renovasi secara menyeluruh
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menilai kondisi rumah secara objektif. Identifikasi bagian-bagian yang benar-benar membutuhkan perbaikan, seperti atap bocor, dinding retak, atau lantai rusak.
Baca Juga: Pentingnya Pencahayaan Rumah untuk Hunian Nyaman dan Terasa Luas
Hindari merenovasi seluruh bagian rumah sekaligus jika tidak diperlukan. Dengan fokus pada area prioritas, kamu bisa menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan mengarahkan anggaran ke hal-hal yang paling mendesak.
2. Buat rencana dan anggaran yang realistis
Setelah mengetahui bagian mana yang akan direnovasi, susun rencana kerja dan anggaran secara rinci. Tentukan jenis material, estimasi biaya tukang, dan waktu pengerjaan.
Sisakan dana cadangan sekitar 10–15% dari total anggaran untuk mengantisipasi biaya tak terduga.
Perencanaan yang matang akan membantu kamu menghindari pembengkakan biaya dan menjaga proyek tetap sesuai jalur.
3. Pilih material yang efisien dan tahan lama
Material bangunan sangat memengaruhi total biaya renovasi. Pilih bahan yang berkualitas namun tetap terjangkau, seperti batako, keramik lokal, atau genteng metal pasir.
Hindari material mahal yang tidak tahan lama atau sulit dirawat. Selain hemat, pemilihan material yang tepat juga akan memperpanjang usia bangunan dan mengurangi biaya perawatan di masa depan.
4. Gunakan jasa tukang lokal yang terpercaya
Tenaga kerja adalah komponen penting dalam renovasi. Bandingkan beberapa tukang atau kontraktor, dan pilih yang memiliki reputasi baik serta pengalaman sesuai kebutuhan proyek.
Sistem borongan bisa lebih hemat daripada harian jika rencana kerja sudah jelas.
Pastikan juga ada komunikasi yang baik agar pengerjaan sesuai ekspektasi dan tidak menimbulkan biaya tambahan.
5. Manfaatkan kembali material lama yang masih layak
Sebelum membeli bahan baru, periksa apakah ada material lama yang bisa digunakan kembali. Misalnya, kayu bekas, pintu lama, atau keramik sisa bisa dimanfaatkan untuk area yang tidak terlalu terlihat.
Selain menghemat biaya, cara ini juga mendukung prinsip ramah lingkungan dan mengurangi limbah konstruksi.
6. Belanja material secara cerdas dan bertahap
Lakukan survei harga di beberapa toko bangunan atau marketplace sebelum membeli. Manfaatkan promo, diskon, atau cashback untuk mendapatkan harga terbaik.
Belanja bertahap sesuai progres pengerjaan juga bisa mencegah pemborosan dan memastikan material tidak terbuang sia-sia.
7. Lakukan finishing secara bertahap sesuai anggaran
Tahap akhir seperti pengecatan, pemasangan dekorasi, atau furnitur bisa dilakukan belakangan jika anggaran terbatas. Gunakan cat ekonomis berkualitas dan pertimbangkan DIY untuk dekorasi agar lebih hemat.
Dengan pendekatan bertahap, kamu tetap bisa mendapatkan hasil akhir yang memuaskan tanpa harus memaksakan anggaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
4 Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria, Sarat Makna Budaya
-
Mau ke Luar Negeri? Ini Tips Biar Nggak Panik Cari SIM Card di Bandara
-
Inisiatif AQUA Jaga Hidrasi dan Ketenangan Hati Selama Puasa dengan Teman Adem Ramadan
-
Tren Warna 2026 yang Bikin Hunian Lebih Fresh
-
Dari Santan hingga Nata de Coco, Produk Turunan Kelapa Kian Digemari Dapur Indonesia
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis