Suara.com - Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tengah dihadapkan dengan konflik agraria berupa permasalahan alih fungsi lahan, pembakaran hutan, serta perambahan yang dilakukan secara ilegal. Akibatnya, tempat konservasi gajah ini menghadapi ancaman serius dan mengubah sebagian besar kawasan.
Konflik antara manusia dan gajah pun tak terelakkan, lantaran hilangnya habitat dan makanan bagi gajah. Pemerintah dan berbagai pihak gencar berupaya untuk mengatasi permasalahan ini melalui operasi penertiban, kemitraan konservasi, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi ekologis.
Sekilas Tentang Taman Nasional Tesso Nilo
Taman Nasional Tesso Nilo berada di Jalan Raya Langgan KM 4, Pangkalan Kerinci, Palalawan, Provinsi Riau. Ekowisata satu ini menyuguhkan harmonisasi antara alam dengan berbagai flora dan fauna yang menggantungkan hidup di dalamnya. Tempat ini dspat dikatakan memiliki peran pentinh sebagai tempat wisata alam sekaligus wisata edukasi bagi masyarakat Indonesia.
Sesuai dengan kondisi bentang alamnya, TNTN menjadi zona pelestarian alam terbesar di Provinsi Riau. Keseluruhan taman nasional ini terdiri dari area hutan dataran rendah dengan luas mencapai 83.568 Ha. Saking luasnya, area hutan membentang hingga mencakup 4 kabupaten antara lain Palawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kampar.
Taman nasional yang terletak di Riau in merupakan rumah bagi satwa-satwa liar, terutama gajah. Bahkan gajah yang ada di sini memperolwh perhatian khusus dari petugas konservasi.
Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi TNTN, sejumlah satwa liar yang kerap muncul di taman nasional ini terdiri dari rusa, tapir, Harimau Sumatera, Macan Dahan, beruang madu dan lainnya. Tak hanya satwa liar dan dilindungi, ada pula spesies tanaman langka, seperti vaskular.
Uniknya, tanaman vaskular di sini menjadi yang tertinggi di dunia. Tingginya digadang-dagang melebihi tinggi tanaman vaskular yang hidup di Hutan Amazon, Amerika Serikat.
Banyaknya fenomena unik, membuat Taman Nasional Tesso Nilo populer di kalangan peneliti dunia. Sudah banyak peneliti dari luar negeri yang rutin berkunjung ke lokasi wisata ini untuk melakukan serangkaian penelitian.
Harga Tiket Masuk Taman
Karena berstatus taman nasional, pengunjung wisata edukatif yang ingin berpetualang di tengah taman nasional harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak berwenang.
Baca Juga: IHSG Keok Jelang Akhir Pekan, Saham-Saham Apa Saja yang Tetap Cuan?
Setiap pengunjung atau rombongan wajib didampingi oleh ranger. Tentu saja, setiap pengunjung harus membayar biaya retribusi tiket. Ada pula biaya-biaya lain bila pengunjung ingin mencoba berbagai aktivitas outdoor serta menjelajahi situs-situs tertentu. Ini dia rincian biayanya:
1. Tiket Masuk: Rp45.000,00/ orang
2. Sewa Perahu: Rp300.000,00
3. Sewa Homestay/ Kamar: Mulai dari Rp150.000,00 – Rp350.000,00/ 2 orang
4. Elephant Care: Rp1.200.000,00/ min 6 orang (8 jam)
5. Safari Gajah: Rp500.000,00/ 30 menit
6. Sialang Ecotour: Rp250.000,00/ orang (1-3 jam)
7. Paddle Tour: Rp100.000,00/(3-4 jam)
Taman nasional yang berada di Pekanbaru ini buka setiap hari termasuk hari libur. Jam operasional yang berlaku yaitu 24 jam. Sehingga, bagi pengunjung yang berniat untuk camping atau menginap di homestay, dapat datang di jam berapa saja.
Paket Wisata di Taman Nasional Tesso Nilo
Taman nasional Tesso Nilo menawarkan brberapa kegiatan rekreasi bertemakan alam sebagai daya tarik utamanya. Seluruh kegiatan di taman inj masuk dalam paket wisata yang bebas dipilih oleh pengunjung. Berikut daftar paketnya:
1. Elephant Care
Pertama, pengunjung bisa merasakan aktivitas wisata yang sangat menyenangkan sekaligus cukup memacu adrenalin. Elephant Care memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk memberi makan gajah-gajah yang berada di pusat konservasi. Tak hanya itu, pengunjung juga dijak memandikan gajah.
2. Safari Gajah
Safari Gajah hanya diperuntukkan bagi pengunjung dewasa dan anak-anak berusia di atas 5 tahun. Pengunjung akan diajak naik gajah dan berkeliling di area pusat Camp Flying Squad selama 30 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
7 Lipstik Transferproof yang Tahan Lama dan Anti Menor Buat Kondangan
-
Pemerintah Buka 30 Ribu Loker Manajer Koperasi Merah Putih, Berapa Gajinya?
-
Cerita Edu-Ekowisata Lembur Mangrove Patikang, Saat Warga Jaga Alam Sekaligus Buka Peluang Ekonomi
-
Pulihkan Sungai, River Ranger Jakarta Ajak Warga Mulai dari Diri Sendiri
-
5 Day Cream yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Sudah BPOM
-
5 Parfum Lilith and Eve yang Paling Wangi dengan Inspirasi Produk High-End
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
-
5 Bedak Viva yang Bagus dan Tahan Lama untuk Pemakaian Sehari-Hari
-
Wajah Lebih Terdefinisi Tanpa Operasi, Tren Kontur Presisi Jadi Pilihan Baru Perawatan Estetika
-
Membentuk Diplomat Muda Sejak Dini, Ruang Belajar Global Jadi Kunci Pengembangan Generasi Masa Depan